Topak Ladeh dan Nasi Serpang, Ikon Kuliner Bangkalan Menuju WBTB

Selasa, 26 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangkalan, Lutfiana Lukman Hakim, saat menghadiri kegiatan pelestarian kuliner khas daerah.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangkalan, Lutfiana Lukman Hakim, saat menghadiri kegiatan pelestarian kuliner khas daerah.

BANGKALAN, detikkota.com – Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terus menggiatkan upaya pelestarian kuliner khas daerah sebagai bagian dari identitas budaya dan kearifan lokal. Program ini diharapkan mampu memperkuat jati diri, meningkatkan kualitas hidup, sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.

Dalam kegiatan pelestarian kuliner tersebut, dua makanan khas Bangkalan menjadi fokus utama, yakni Topak Ladeh dan Nasi Serpang. Kedua kuliner tradisional itu diperkenalkan secara luas melalui berbagai aktivitas berbagi pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangkalan, Lutfiana Lukman Hakim, menyampaikan harapannya agar Topak Ladeh dan Nasi Serpang dapat diajukan ke Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami percaya, dengan kerja sama dan partisipasi semua pihak, Topak Ladeh dan Nasi Serpang bisa menjadi warisan budaya tak benda yang memperkuat identitas Bangkalan di tingkat nasional,” ujarnya, Senin (25/8/2025).

Lutfiana juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap, upaya pelestarian kuliner lokal ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga kekayaan cita rasa khas Bangkalan.

Berita Terkait

Bupati Purwakarta Tegur Keras Disperkim, Papan Kegiatan Proyek Dipasang di Pagar Jadi Sorotan
Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan
Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada
Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen
Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap
ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA
GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten
Wali Kota Eri Datangi Penyalur ART di Gunung Anyar, Pekerja Terjerat Denda Rp3,5 Juta Dipulangkan

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Bupati Purwakarta Tegur Keras Disperkim, Papan Kegiatan Proyek Dipasang di Pagar Jadi Sorotan

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap

Berita Terbaru