PURWAKARTA, detikkota.com – Sejumlah pejabat tinggi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta menjadi sorotan publik setelah video yang memperlihatkan mereka berjoget dalam sebuah acara beredar luas di media sosial, Senin (18/5/2026).
Dalam video tersebut, beberapa pejabat tampak menikmati hiburan dan berjoget bersama usai kegiatan resmi berlangsung. Momen itu kemudian memicu beragam tanggapan dari masyarakat.
Sorotan publik tertuju kepada Kepala BKAD Purwakarta, Nina Herlina, yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt Sekda), serta Sekda definitif Purwakarta, Sri Jaya Migdan. Selain keduanya, sejumlah pejabat lain juga terlihat hadir dan mengikuti suasana hiburan dalam acara tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ramainya perbincangan di tengah masyarakat dipicu oleh anggapan bahwa para pejabat dinilai kurang menunjukkan empati terhadap kondisi ekonomi warga yang masih menghadapi berbagai kesulitan. Warga menilai angka pengangguran masih tinggi, harga kebutuhan pokok terus meningkat, dan banyak masyarakat yang masih berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Salah seorang warga Purwakarta, Ronal, menilai para pejabat seharusnya lebih berhati-hati dalam menunjukkan sikap di ruang publik, terutama di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
“Seharusnya para pejabat itu bisa lebih menahan diri. Jangan terlalu mempertontonkan kegembiraan di saat masyarakat sedang susah. Hari ini banyak pengangguran di mana-mana, ekonomi juga belum baik-baik saja,” ujar Ronal.
Ia menambahkan, masyarakat berharap para pemimpin daerah lebih fokus memikirkan langkah konkret dalam membantu pemulihan kondisi ekonomi warga.
“Bukannya fokus memikirkan bagaimana memulihkan kondisi masyarakat, ini malah terlihat berpesta pora,” tambahnya.
Ronal juga menyebut terdapat perbedaan kondisi antara pejabat dan masyarakat kecil yang masih harus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Pejabat mungkin tidak terlalu khawatir karena memiliki gaji dan tunjangan. Sementara masyarakat kecil masih harus memikirkan bagaimana mencari uang untuk membeli kebutuhan pokok dan biaya sekolah anak,” katanya.
Meski demikian, sebagian masyarakat menilai kegiatan tersebut merupakan hiburan biasa setelah agenda resmi selesai. Namun, tidak sedikit pula yang berharap para pejabat lebih bijak dalam menjaga citra dan sensitivitas sosial di hadapan publik.
Penulis : Nl
Editor : Nl/Red







