Wali Kota Surabaya Ajak Orang Tua dan Guru Bersinergi Cegah Perselisihan dan Bentuk Karakter Anak

Senin, 21 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Eri Cahyadi berbicara di hadapan orang tua dalam acara MOOT Surabaya 2025, di SMP Al-Hikmah.

Wali Kota Eri Cahyadi berbicara di hadapan orang tua dalam acara MOOT Surabaya 2025, di SMP Al-Hikmah.

SURABAYA, detikkota.com – Pemerintah Kota Surabaya menggelar kegiatan Masa Orientasi Orang Tua (MOOT) untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP se-Kota Surabaya di SMP Al-Hikmah, Minggu (20/7/2025). Acara yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Eri Cahyadi ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membentuk karakter generasi muda.

Dalam sambutannya, Wali Kota Eri menanggapi fenomena meningkatnya pelaporan guru oleh orang tua ke pihak kepolisian. Ia menyampaikan keprihatinannya atas tren tersebut dan mengimbau agar orang tua tidak gegabah dalam mengambil langkah hukum terhadap guru hanya karena persoalan disiplin.

“Kalau hanya dimarahi atau didisiplinkan, jangan langsung melapor ke polisi. Coba ajak bicara dulu gurunya agar masalah bisa diselesaikan dengan baik,” ujar Eri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, guru dan orang tua seharusnya menjadi mitra dalam pendidikan anak. Ia mendorong terjalinnya komunikasi yang baik agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berujung pada konflik. Meski begitu, ia menegaskan bahwa pelaporan kepada aparat tetap diperlukan apabila terjadi kekerasan fisik.

Lebih lanjut, Wali Kota Eri memperkenalkan kembali konsep Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah dengan slogan “Sekolahku adalah Rumahku, Guruku adalah Orang Tuaku.” Filosofi ini, menurutnya, relevan untuk membentuk lingkungan pendidikan yang hangat dan berbasis kasih sayang.

Ia juga mengingatkan orang tua untuk berintrospeksi jika anak terlibat dalam perilaku menyimpang seperti geng motor, bullying, atau konsumsi miras. “Kita tidak bisa hanya menyalahkan anak. Orang tua perlu melihat kembali apa yang mungkin kurang dalam pola asuh di rumah,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Eri juga menyampaikan optimisme terhadap penguatan pendidikan moral dan akhlak berdasarkan nilai-nilai agama dan Tujuh Praktik Baik Indonesia Hebat sebagai fondasi menuju Surabaya yang bebas dari kekerasan dan kenakalan remaja.

Sebagai bagian dari kegiatan, Pemkot Surabaya bersama Satgas Kampung Pancasila Kecamatan Wonokromo juga secara simbolis menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Berita Terkait

Layanan Adminduk Online Tekan Antrean Pemohon di MPP Siola Surabaya
SPBE Banyuwangi Tertinggi Nasional, KemenPAN-RB Beri Nilai 4,87
Dinas Pertanian Subang Distribusikan Bantuan Program Upland untuk Petani Nanas
Pantau Penyemprotan Padi dengan Drone, Bupati Sumenep Dorong Swasembada Pangan Berbasis Petani
Bunda Indah Ajak Kepala Desa Solid Bangun Lumajang Lewat PKDI
Kapasitas Fiskal Rendah Jadi Tantangan Utama Penyusunan RKPD Lumajang 2027
Pimpin Apel Perdana 2026, Wali Kota Probolinggo Tekankan Penguatan Kinerja ASN
Tantangan 2026, Wabup Sumenep Tekankan Budaya Kerja Modern ASN

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 14:06 WIB

SPBE Banyuwangi Tertinggi Nasional, KemenPAN-RB Beri Nilai 4,87

Kamis, 8 Januari 2026 - 12:21 WIB

Dinas Pertanian Subang Distribusikan Bantuan Program Upland untuk Petani Nanas

Rabu, 7 Januari 2026 - 16:34 WIB

Pantau Penyemprotan Padi dengan Drone, Bupati Sumenep Dorong Swasembada Pangan Berbasis Petani

Rabu, 7 Januari 2026 - 16:24 WIB

Bunda Indah Ajak Kepala Desa Solid Bangun Lumajang Lewat PKDI

Rabu, 7 Januari 2026 - 16:13 WIB

Kapasitas Fiskal Rendah Jadi Tantangan Utama Penyusunan RKPD Lumajang 2027

Berita Terbaru