SUMENEP, detikkota.com – Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, H. Hairil Fajar, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peredaran uang palsu menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Ia menyampaikan, aktivitas ekonomi masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Lebaran mengalami peningkatan signifikan, terutama kebutuhan uang tunai. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang bagi oknum tidak bertanggung jawab untuk mengedarkan uang palsu.
“Kalau diukur dari tensi kebutuhan ekonomi masyarakat, Ramadan dan menjelang Lebaran memang jauh lebih tinggi. Karena itu kewaspadaan terhadap potensi uang palsu harus kita tingkatkan,” ujar Hairil Fajar, Jumat (27/2/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, masyarakat perlu memahami cara mengenali keaslian uang rupiah melalui metode 3D yang diperkenalkan Bank Indonesia, yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang.
Pada tahap pertama, uang dilihat dari ketajaman warna dan keberadaan benang pengaman. Uang asli memiliki warna tegas dan tidak buram.
Tahap kedua, diraba pada bagian tertentu yang terasa lebih kasar karena dicetak dengan teknik khusus.
Tahap ketiga, diterawang ke arah cahaya untuk memastikan adanya tanda air (watermark) serta elemen pengaman lainnya.
Hairil Fajar mengimbau masyarakat lebih teliti saat bertransaksi, khususnya di pusat keramaian dan pasar musiman selama Ramadan.
“Kami berharap masyarakat tidak panik, tetapi tetap waspada. Kenali cirinya, pastikan keasliannya, sehingga aktivitas ekonomi menjelang Lebaran tetap aman dan lancar,” pungkasnya.
Penulis : Red
Editor : Red







