9 Nelayan di Perairan Karang Sembilan Pulau Kangean Sumenep Ditangkap Polisi

Selasa, 30 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, detikkota.com – Polres Sumenep berhasil menangkap 9 (sembilan) nelayan menggunakan bahan peledak di wilayah perairan Karang Sembilan tepatnya sebelah utara Pulau Kangean. Mereka ditangkap oleh Polsek Kangean, pada Minggu (21/07/2024), sekira pukul 12.30 WIB.

“Penangkapan ini dilakukan karena nelayan tersebut diduga menggunakan bahan peledak saat mencari ikan di laut,” kata Kasihumas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Senin (29/07/2024).

Ke-9 nelayan yang diamankan itu berinisial SN (39), SA (30), SH (33), JN (29), IW (29), MS (45), SP (37), NH (45) serta SH (40), yang merupakan warga Desa Brakas Kecamatan/Pulau Raas, Kabupaten Sumenep.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun Barang Bukti (BB) yang diamankan petugas, di antaranya 1 (satu) unit perahu jenis Kapalan KMN Bintang Harapan warna putih dengan ukuran (PxL) 14 meter x 2 meter. 1 (satu) unit kompresor. 2 (dua) unit mesin kompresor merk Daiho warna putih.

Kemudian 1 (satu) unit mesin Diesel merk MitoshiI 3.5 156F warna merah. Jaring tempat tangkap ikan. Jaring alat penangkap ikan yang pegangannya terbuat dari bambu. 2 (dua) gulungan selang kompresor warna kuning ukuran @ 50 meter.

Selain itu, BB yang disita juga berupa 2 (dua) buah kacamata selam warna hitam putih, dan Kl 50 (lima puluh) kilogram ikan jenis campuran hasil tangkapan dalam kondisi busuk.

“Dari hasil pemeriksaan di TKP diketahui sekelompok orang tersebut telah melakukan penangkapan ikan dengan bahan peledak. Anggotapun mengamankan kapal dan ikan hasil tangkapan tersebut yang diperkirakan sebanyak 500 (lima ratus) kilogram,” paparnya.

Selanjutnya para tersangka dan barang bukti diamankan ke Kantor Polsek Kangean untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut yang selanjutnya dilimpahkan/ambil alih ke Sat Polairud Polres Sumenep.

“Akibat perbuatannya para tersangka dijerat dengan Pasal 84 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan Juncto Pasal 55 KUH Pidana,” ungkapnya.

Berita Terkait

Pemuda Diduga Melompat dari Jembatan Pelabuhan Dungkek, Tim Gabungan Lakukan Pencarian
Disdik Sumenep Segera Usulkan Anggaran Perbaikan Atap SMPN 2 Kalianget
Kepala Sekolah: Atap SMPN 2 Kalianget Ambruk Akibat Faktor Alam
Ngeri! Atap Ruang Kelas SMPN 2 Kalianget Ambruk, Untung Tak Ada Siswa
Balita Dua Tahun Hilang di Sungai Bayeman, Pencarian Masih Berlangsung
Kasus Pembunuhan di Lenteng Terungkap, Polres Sumenep Tangkap Pelaku di Sampang
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak Rumah Warga di Desa Karduluk
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pesisir Pantai Sepanjang Sapeken

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 18:28 WIB

Pemuda Diduga Melompat dari Jembatan Pelabuhan Dungkek, Tim Gabungan Lakukan Pencarian

Minggu, 8 Februari 2026 - 22:42 WIB

Disdik Sumenep Segera Usulkan Anggaran Perbaikan Atap SMPN 2 Kalianget

Minggu, 8 Februari 2026 - 22:40 WIB

Kepala Sekolah: Atap SMPN 2 Kalianget Ambruk Akibat Faktor Alam

Minggu, 8 Februari 2026 - 16:54 WIB

Ngeri! Atap Ruang Kelas SMPN 2 Kalianget Ambruk, Untung Tak Ada Siswa

Rabu, 4 Februari 2026 - 09:08 WIB

Balita Dua Tahun Hilang di Sungai Bayeman, Pencarian Masih Berlangsung

Berita Terbaru

Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang Agus Triyono menyampaikan kebijakan penyesuaian jam kerja ASN selama Ramadan.

Pemerintahan

Pemkab Lumajang Sesuaikan Jam Kerja ASN Selama Ramadan 1447 H

Rabu, 11 Feb 2026 - 17:19 WIB