Poliwangi Kembangkan Mikrohidro Portabel Di Desa Tamansari

Sabtu, 19 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, detikkota.com – Dosen pendamping asal poliwangi turun langsung ke rumah-rumah warga, hal tersebut di lakukan guna memberikan pemahaman tentang Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) merupakan salah satu alternatif pembangkit listrik skala kecil.

PLTMH dapat diterapkan di daerah pedesaan yang memiliki ketersediaan aliran sungai dengan debit yang kontinu walaupun dengan tinggi jatuh air yang cukup. Arus air inilah yang akan menggerakkan turbin untuk menghasilkan daya listrik skala mikrohidro. jumat (18/2/2022)

Energi listrik merupakan salah satu kebutuhan utama dalam kehidupan masyarakat. Namun faktanya, beberapa daerah di Indonesia masih banyak yang belum terjamah oleh keberadaan listrik. Salah satunya adalah Dusun Sumber Watu, Desa Tamansari, Kabupaten Banyuwangi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Walaupun Desa Tamansari merupakan salah satu destinasi wisata di Banyuwangi, tetapi tidak semua wilayahnya mendapatkan akses listrik yang merata khususnya di dusun sumberwatu yang merupakan area perkebunan kopi yang luas dan memiliki potensi wisata air yang besar seperti halnya mata air Sendang Seruni dan sungai yang memiliki tinggi jatuh air yang cukup,” ujar Fuad Dosen pendamping poliwangi

Menurutnya ” Melihat potensi sumber daya air yang cukup besar maka Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) melalui pelaksanaan pengabdian masyarakat memberikan sosialisasi dan solusi kepada warga Dusun Sumberwatu mengenai penerapan pembangkit listrik mikrohidro untuk memberikan penerangan listrik bagi rumah warga yang belum memiliki akses listrik.”Terang Fuad

Dengan adanya PLTMH ini dirinya ingin memberikan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, sehingga penerangan terus dapat di rasakan oleh warga sekitar.

“Kami ingin berbagi langsung dengan warga yang pendapatan perekonomiannya lemah. Walaupun dusun mereka sampai saat ini menggunakan PLN tetapi pemakainnya dilakukan secara berbagi untuk beberapa keluarga, dimana satu keluarga dijatah penerangannya 1-4 lampu. Maka, kami bersama beberapa mahasiswa mencoba menerapkan pembangkit listrik berskala mikrohidro. Warga merasa senang dan kagum, karena baru pertama kalinya mereka mendapatkan penerangan listrik secara layak,”ungkapnya

Masih menurut Fuad” Setelah kami survei lapangan, debit aliran air yang mengalir di sepanjang sungai Dusun Sumberwatu memiliki potensi energi terbarukan. Kami sudah melakukan ujicoba, dan sampai saat ini PLTMH yang kami pasang terus menyala di kampung tersebut. Alatnya kami desain secara portabel e, sehingga mudah untuk dipindahkan. “Warga juga merasa lebih lega saat mereka melakukan aktivitasnya di malam hari,” terang Fuad dengan nada gembira.

Untuk menyelesaikan PLTMH, tim Poliwangi yang tergabung dalam pengabdian masyarakat ini telah melakukan beberapa tahap pembuatan mulai bulan Juli – September 2021. “Pertama, memilih generator mikrohidro dengan pengolahan generator magnet permanen dengan rotor berjumlah 6 buah kutub magnet permanen dan stator generator terbuat dari pipa besi berukuran 5 diameter.

Stator tersebut dijadikan sebagai tempat meletakkan lilitan kumparan kawat yang terdiri dari 6 buah kumparan disesuaikan dengan besar diameter pipa besi.

Tahapan kedua adalah pengujian laboratorium kinerja dari generator magnet permanen sebelum diterapkan di sungai. Tujuannya untuk mengetahui besaran tegangan, dari yang tertinggi sampai terendah menggunakan motor yang diputar dengan kecepatan bervariasi tanpa beban.

Tahapan ketiga adalah pembuatan turbin air mikrohidro jenis cross flow, berfungsi mengubah energi air menjadi energi gerak putar yang dihubungkan pada generator sehingga menghasilkan energi listrik. Sementara tahapan keempat dan kelima adalah bagian terakhir, yaitu perakitan turbin air dan pemasangan PLTMH.

“Kami berharap mikrohidro ini bisa dikembangkan di daerah-daerah tertinggal”, pungkas Fuad saat menjelaskan hasil pengabdian masyarakat ini.(her)

Berita Terkait

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah
Aksi Solidaritas di Polres Sumenep Desak Keadilan bagi Korban Pencabulan Anak
Aksi PMII UNIBA Memanas, Kepala Disbudporapar Sumenep Walk Out dari Dialog

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:41 WIB

Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:38 WIB

Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah

Berita Terbaru

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bangkalan, Zainal Alim, mewakili Sekda Bangkalan saat memberikan sambutan pada Musyawarah Wilayah VI RAPI Wilayah 1301 Bangkalan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Minggu (11/1/2026).

Pemerintahan

Pemkab Bangkalan Perkuat Sinergi Informasi melalui Muswil VI RAPI

Minggu, 11 Jan 2026 - 11:30 WIB