Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah

Rabu, 31 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi.

Ilustrasi.

SUMENEP, detikkota.com – Dugaan pemotongan atau pungutan dana insentif terhadap guru Non K2, Non ASN, dan bukan penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) mencuat di Kabupaten Sumenep. Besaran potongan yang diterima guru disebut bervariasi, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp750 ribu per orang.

Dugaan tersebut mengemuka seiring beredarnya Surat Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep Nomor 900.1/4782/101.1/2025 tertanggal 24 November 2025, tentang permintaan laporan pertanggungjawaban penerima insentif guru Non K2, Non ASN, dan bukan penerima TPG tahun anggaran 2025.

Dalam surat tersebut, Dinas Pendidikan meminta seluruh kepala satuan pendidikan, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, KB/TK/RA hingga MDT se-Kabupaten Sumenep, untuk melengkapi sejumlah dokumen administrasi sebagai syarat pencairan dan pertanggungjawaban dana insentif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun di lapangan, sejumlah guru mengaku menerima insentif yang nilainya tidak utuh. Mereka menyebut adanya pemotongan dengan nominal yang berbeda-beda, berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp750 ribu, tanpa penjelasan tertulis yang jelas.

“Potongannya tidak sama, ada yang Rp500 ribu, ada juga yang sampai Rp750 ribu. Alasannya tidak pernah dijelaskan secara resmi,” ujar salah satu guru penerima insentif yang enggan disebutkan namanya, Selasa (30/12/2025).

Padahal, dalam surat resmi tersebut tidak tercantum ketentuan mengenai pemotongan dana insentif. Surat hanya mengatur kewajiban administrasi, termasuk penyampaian pakta integritas, Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM), surat keterangan aktif mengajar, serta laporan penggunaan insentif.

Kondisi ini memunculkan tanda tanya di kalangan guru penerima insentif. Mereka berharap ada kejelasan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep terkait dasar hukum dan peruntukan potongan dana tersebut, agar tidak menimbulkan keresahan di lingkungan pendidik.

Penulis : M

Editor : Red

Berita Terkait

CLC Singapura Tertarik Pelajari Pengelolaan Air, Sampah, dan RTH Surabaya
APBD Sumenep 2027 Diproyeksikan Defisit Rp96 Miliar, DPRD Bahas Nota Keuangan
Ekonomi Jatim Tumbuh 5,84 Persen, Khofifah Perkuat Peran Gerbang Baru Nusantara
Polres Mojokerto Sediakan Shelter Gratis untuk Ojol, Kurir hingga Taksi Online
Bupati Sumenep Dorong Penguatan Spiritual ASN Lewat Gerakan Baca 111.111 Kali Surah Al-Waqi’ah
Lantik 129 Kepala Sekolah, Wabup Sumenep Tekankan Mutu Pendidikan dan Penguasaan Teknologi
Tedi Ronal Slamet Terpilih Secara Aklamasi Pimpin DPD MIOI Purwakarta Periode 2026-2030
Sulaisi Siap Pimpin Aksi di Polresta Sumenep, Desak Kejelasan Penahanan Tersangka Lisdes

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:38 WIB

CLC Singapura Tertarik Pelajari Pengelolaan Air, Sampah, dan RTH Surabaya

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:46 WIB

APBD Sumenep 2027 Diproyeksikan Defisit Rp96 Miliar, DPRD Bahas Nota Keuangan

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:10 WIB

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,84 Persen, Khofifah Perkuat Peran Gerbang Baru Nusantara

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:02 WIB

Polres Mojokerto Sediakan Shelter Gratis untuk Ojol, Kurir hingga Taksi Online

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Bupati Sumenep Dorong Penguatan Spiritual ASN Lewat Gerakan Baca 111.111 Kali Surah Al-Waqi’ah

Berita Terbaru