Menjadi Orang Tua Bijak Dalam Sudut Pandang Islam

Minggu, 6 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

detikkota.com – Masih ada orang tua yang kurang puas dengan kesuksesan anaknya karena terobsesi dengan angan yang jauh lebih tinggi dari kenyataan dan kurang bijak dalam merangkai dan menterjemahkan permasalahan yang ada pada anak sehingga kontradiksi dengan solusi yang tepat.
Secara kodrati orang tua memiliki peran dominan terhadap anaknya yang merupakan amanat dan akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah kelak.
Keluarga merupakan “sekolah” tempat pendidikan pertama sebagai pusat untuk membentuk kebiasaan, mencari pengetahuan dan pengalaman.Diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra., sesungguhnya Nabi Saw. bersabda,

مِنْ حَقِّ الْوَلَدِ عَلَى الْوَالِدِ ثَلَاثَةُ أَشْيَاءَ: أَنْ يُحْسِنَ اِسْمَهُ إِذَا وُلِدَ، وَيُعَلِّمَهُ الْكِتَابَ إِذَا عَقَلَ، وَيُزَوِّجَهُ إِذَا أَدْرَكَ.
“Hak anak dari orang tuanya ada tiga, (yaitu) diberikan nama yang baik ketika lahir, diajarkan Al-Qur’an ketika sudah berakal ( tamyiz), dan menikahkanya ketika sudah menemukan”.
Dari hadis ini dijelaskan bahwa kewajiban orang tua meliputi keseluruhan dari kebutuhan anak baik secara fisik maupun psikologis anak, terutama orang tua harus sejak awal membangun karakter anak menjadi manusia yang lebih dekat dengan agama. Bukan hanya selalu memberikan tekanan pada masalah prestasi dan tujuan kita sebagai orang tua.
Orang tua tidak hanya sekedar menasehati, memerintah atau bahkan hanya membentak dan menyalahkan tetapi yang paling efektif adalah memberikan keteladanan dan pembiasaan terhadap kebaikan-kebaikan. Sejak awal anak diajarkan untuk bisa menerapkan syariat, karena jika terlambat, kelak penyesalan yang didapat. Lebih baik bersusah-payah mendidik anak selagi belia, daripada syaitan yang lebih dahulu merenggut hatinya.
عن عمرو بن شعيب، عن أبيه، عن جده -رضي الله عنه- قال: قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم-: مُرُوا أولادَكم بالصلاةِ وهم أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ، واضْرِبُوهُمْ عليها، وهم أَبْنَاءُ عَشْرٍ، وفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ في المَضَاجِعِ
Dari Amr Bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Perintahkan anak-anakmu melaksanakan sholat sedang mereka berusia tujuh tahun dan pukullah mereka karena tinggal sholat sedang mereka berusia 10 tahun dan pisahkan antara mereka di tempat tidurnya.”
Hadits ini, kata Abdul, menjelaskan bagaimana mendidik agama pada anak-anak, pendidikan agama diberikan kepada anak sejak kecil, sehingga nanti usia dewasa perintah-perintah agama dapat dilakukan secara mudah dan ringan.
Selain itu sejak awal anak seharusnya dididik agar memiliki Budi pekerti yang baik

عَطَاءٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ: قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ؟ قَالَ: “أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diriwayatkan pula dari Ata, dari Ibnu Umar, bahwa pernah ditanyakan kepada Rasulullah Saw., “Wahai Rasulullah, manakah orang mukmin yang paling utama?” Rasulullah Saw. menjawab: Orang yang paling baik akhlaknya dari mereka.
Salah satu bagian terpenting dari pembentukan ahlak pada anak adalah dengan menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dan memberi keteladanan yang baik. Selain itu sebagai orang tua harus bisa memahami karakter dan kepribadian anak serta mengetahui harapan dan kemauan anak. Sehingga orang tua dapat menerima dan mensyukuri apapun dan berapapun yang telah diraih oleh anak. Terlebih lagi sebagai orang tua harus bisa mengakui keterbatasan diri sebagai pendidik bagi anak.
Semoga tulisan ini bisa bermanfaat, dan mohon maaf jika dalam penulisan banyak terdapat kesalahan

Bandung, 06/03/2022

Fitri herawati

Berita Terkait

32 Tim Meriahkan Kejuaraan Drumband Kabupaten Banyuwangi 2026
Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah
Aksi Solidaritas di Polres Sumenep Desak Keadilan bagi Korban Pencabulan Anak

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:41 WIB

Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:38 WIB

Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah

Berita Terbaru

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bangkalan, Zainal Alim, mewakili Sekda Bangkalan saat memberikan sambutan pada Musyawarah Wilayah VI RAPI Wilayah 1301 Bangkalan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Minggu (11/1/2026).

Pemerintahan

Pemkab Bangkalan Perkuat Sinergi Informasi melalui Muswil VI RAPI

Minggu, 11 Jan 2026 - 11:30 WIB