Mantapkan Penerapan Kurikulum Merdeka 2022, Disdikbud Pamekasan Gelar Sosialisasi

Kamis, 25 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, detikkota.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, melakukan sosialisasi secara masif kepada semua guru di sekolah yang berada di bawah naungannya perihal penerapan kurikulum merdeka tahun 2022.

Kurikulum merdeka merupakan sebuah kewajiban bagi sekolah untuk melaksanakannya sebagai upaya memperbaiki proses kegiatan belajar mengajar demi out put pendidikan di Indonesia sebagaimana cita-cita Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI.

Disdikbud Pamekasan gencar melaksanakan pelatihan kepada guru di sekolah-sekolah hingga tingkat kecamatan agar kurikulum tersebut dapat segera terealisasi. Hal itu sebagai bentuk komitmen memajukan pendidikan di Pamekasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita sekarang mengadakan pelatihan terus, hampir setiap hari kepada semua guru. Seperti work shop, seminar, dan lain-lain, supaya kurikum merdeka itu secepatnya diterapkan di semua sekolah,” ucap Kepala Disdikbud Pamekasan, Akhmad Zaini, Rabu (24/08/2022).

Pihaknya mengaku optimis, kurikulum merdeka di daerahnya dapat terealisasi pada semua sekolah pada tahun 2022. Mengingat sosialisasi dan pelatihan telah masif dilakukan hingga tingkat kecamatan, disamping itu pengawas memberikan sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah.

“Kami optimis, tahun 2022 semua sekolah sudah bisa menerapkan kurikulum merdeka. Karena kami melaksanakan sosialisasi dan pelatihan itu per kecamatan,” tandas Mantan Kabag Kesra Setdakab Pamekasan ini.

Sebagaimana dikutip dari web resmi Kemendikbudristek Direktorat Sekolah Dasar, Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.

Projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Projek tersebut tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran.

Akan hal itu Zaini berharap, semua sekolah pada tahun 2023 bisa melaksanakan kurikulum merdeka tersebut secara keseluruhan. Tidak ada lagi lembaga pendidikan yang tetap menggunakan kurikulum lama.

“Kami berharap sekolah segera melaksanakan kurikulum merdeka ini, supaya tahun 2023 mendatang sudah tidak ada yang tersisa,” harapnya. (Red)

Berita Terkait

Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia hingga Tembus Olimpiade
Operasi Besar Rokok Ilegal di Madura, Ratusan Pengusaha dan 271 PR UMKM Disebut Akan Diperiksa
Kejagung Setor Rp11,4 Triliun ke Kas Negara, Menkeu: Tambah Kekuatan Fiskal
Kolaborasi Dua Terminal Selamatkan Anak Hilang Asal Sumenep
Disdukcapil Sumenep Tembus 99 Persen Layanan, Andalkan Inovasi Digital dan Jemput Bola hingga Kepulauan
Polres Sumenep dan UPT PPD Perluas Layanan Pajak hingga Pulau Raas
Bupati Lumajang Tekankan Sinergi dengan Media untuk Perkuat Pemahaman Publik
Wabup Purwakarta Kunjungi Sejumlah Dinas, Tegaskan Agenda Silaturahmi dan Evaluasi Program

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 12:17 WIB

Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia hingga Tembus Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 - 19:49 WIB

Operasi Besar Rokok Ilegal di Madura, Ratusan Pengusaha dan 271 PR UMKM Disebut Akan Diperiksa

Sabtu, 11 April 2026 - 14:52 WIB

Kejagung Setor Rp11,4 Triliun ke Kas Negara, Menkeu: Tambah Kekuatan Fiskal

Sabtu, 11 April 2026 - 11:21 WIB

Kolaborasi Dua Terminal Selamatkan Anak Hilang Asal Sumenep

Jumat, 10 April 2026 - 12:22 WIB

Polres Sumenep dan UPT PPD Perluas Layanan Pajak hingga Pulau Raas

Berita Terbaru