BEM Madura Minta Kapolda Jatim Mundur dari Jabatannya

Rabu, 5 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, detikkota.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Madura Raya kembali menggelar aksi demonstrasi, pasca kemarin 25 September sempat gagal di kantor Gubernur Jawa Timur karena tidak ada perwakilan yang menemui, hingga terjadinya aksi pemukulan terhadap sejumlah massa aksi oleh pihak kepolisian, Selasa (04/10/2022).

Tentunya mendapatkan perlakuan seperti itu, kali ini sejumlah mahasiswa dari empat Kabupaten yang ada di Madura menggelar aksi ke Polda Jatim dengan agenda tuntutan, sejauh mana proses terhadap oknum yang sudah melakukan pemukulan terhadap sejumlah mahasiswa.

“Kapolda Jatim harus bertanggung jawab atas tindakan represifitas yang dilakukan oleh oknum kepolisian di Jawa Timur terhadap mahasiswa,” kata Nur Hayat Koordinator BEM Sumenep, saat menyampaikan kepada salah satu perwakilan Polda Jatim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, mahasiswa juga meminta Irjen Nico Afinta untuk mundur dari jabatan sebagai Kapolda Jawa Timur.

“Kapolda harus bertanggungjawab atas tragedi Kanjuruhan Malang dengan memundurkan diri dari jabatan sebagai Kapolda Jawa Timur,” tandasnya.

Ali Topan selaku Koordinator BEM Sampang juga, meminta Polda Jatim dalam hal ini bertanggung jawab terhadap tindakan represif yang dilakukan anggotanya itu. “Kami tunggu pemecatan oknum refresifitas terhadap anggota kami,” katanya.

Pasca menyampaikan pesan kepada Kapolda Jatim, BEM Madura Raya melakukan sedikit aksi teatrikal dengan menabur bunga sebagai tanda matinya rasa keadilan. (M)

Berita Terkait

Warga Pamolokan Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Selidiki Kejadian
KKKS Kabupaten Probolinggo Salurkan Bantuan Usaha Produktif untuk Keluarga ODGJ
Pejabat Pemkab Banyuwangi Jalani Tes Urine, Tegaskan Komitmen Zero Tolerance Narkoba
Ledakan Ruko di Pakuwon City Surabaya, Polisi Selidiki Dugaan Kebocoran Tabung Elpiji
Sempat Masuk DPO, Tersangka Penipuan Rp200 Juta Ditangkap Polresta Sumenep
Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap
Program Gentengisasi Merah Putih Direalisasikan, 500 Ribu Genteng dari Plered Dikirim Menggunakan 125 Truk
Nakhoda KM Virgo Transport 8 Jadi Tersangka, Ditpolair Korpolairud Lakukan Penahanan

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:26 WIB

Warga Pamolokan Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Selidiki Kejadian

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:32 WIB

KKKS Kabupaten Probolinggo Salurkan Bantuan Usaha Produktif untuk Keluarga ODGJ

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Ledakan Ruko di Pakuwon City Surabaya, Polisi Selidiki Dugaan Kebocoran Tabung Elpiji

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:29 WIB

Sempat Masuk DPO, Tersangka Penipuan Rp200 Juta Ditangkap Polresta Sumenep

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap

Berita Terbaru