Aliansi Progresif Sumenep Minta Kasus Fruad Rp60 Miliar Diusut Tuntas

Senin, 20 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, detikkota.com – Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Progresif Sumenep, mendatangi kantor Bank Syariah Indonesia (BSI) setempat, Jl Trunojoyo No. 214, Kolor, Senin (20/3/2023).

Mereka menuntut agar kasus Fruad, yang menyeret nama Subeki sebagai makelar kasus jual beli tanah melalui BSI yang merugikan negara sebesar 60 miliar diusut tuntas.

Tuntuan lain, mereka juga meminta BSI memberikan dokumen lengkap kasus tersebut kepada pihak penegak hukum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Kami dari Aliansi Sumenep Progresif meminta BSI agar memberikan dokumen terkait dugaan fraud oleh Subeki senilai Rp 60 miliar kepada aparat penegak hukum,” ungkap perwakilan massa aksi, Faldi Aditya.

Dalam orasinya, Koordinator Progresif Sumenep, Fadli Aditya mengatakan, modus operandi yang dijalankan Subeki dalam dugaan kasus fraud adalah menggunakan nama orang lain sebagai nasabah peminjam di BSI dengan cara menaikkan nominal pinjaman.

“Harga tanah yang hanya Rp 200 juta, dapat pinjaman dari BSI Rp 2 miliar. Uang itu betul masuk ke rekening si atas nama peminjam, tapi hanya beberapa menit saja, selanjutnya uang itu berpindah ke rekening Subeki,” kata Faldi.

Dia menyayangkan, kasus besar dengan kerugian negara mencapai puluhan miliar tetapi aparat penegak hukum diam. Faldi menduga, mereka kecipratan uang dari Subeki dalam kasus itu. “Ini kasus merugikan negara Rp 60 miliar, tapi semuanya bungkam”, imbuhnya.

Saat ini, ada 4 korban kasus dugaan fraud yang dilakukan oleh Subeki bersama oknum BSI yang menguasakan proses hukum kepada pengacara. Meski tidak menutup kemungkinan masih ada korban lain.

“Selama beberapa hari ke depan, kami akan mendirikan Posko Pengaduan di depan kantor BSI Sumenep”, tegasnya.

Sementara itu, saat sejumlah media meminta konfirmasi, pihak BSI Sumenep memilih bungkam. Alasannya masih ingin membicarakan persoalan itu dengan pimpinanan.

“Iya nanti saja, ya Mas. Masih mau disampaikan ke pimpinan,” ucap seorang yang sebelumnya menemui massa aksi.

Aksi demontrasi yang dilakukan massa Progresif Sumenep itu mendapatkan pengamanan dari anggota Polres Sumenep.

Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti mengatakan, personel yang dilibatkan dalam pengamanan aksi di depan kantor BSI hanya dari internal Polres setempat.

“Iya, itu personel dari internal Polres semua. Jumlahnya 100 personel,” pungkasnya.(red)

Berita Terkait

Tak Tebang Pilih, Kang Rey Sikat Penjual Miras dan Tempat Hiburan Malam Tak Berizin di Subang
Direktur BPRS Bhakti Sumekar: Hardiknas 2026 Momentum Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Generasi Muda
Hardiknas 2026, Dinkes P2KB Sumenep Tegaskan Pendidikan Berkualitas Butuh Gerakan Bersama
Direktur RSUD dr H Moh Anwar Sumenep: Hardiknas 2026 Momentum Cetak Generasi Sehat dan Cerdas
Polres Sumenep Gelar Apel Siaga dan Patroli Besar, Antisipasi Kerawanan May Day
Polres Sumenep Gelar Rikkes Berkala 2026, Pastikan Kesehatan Personel Tetap Prima
Koordinator SPPG Sumenep Pastikan Laporan MBG Kalianget dan Pragaan Segera Dikirim ke KPPG Surabaya
Kuasa Hukum Soroti Dugaan Jaringan dalam Kasus Kredit BRI Sumenep

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:56 WIB

Tak Tebang Pilih, Kang Rey Sikat Penjual Miras dan Tempat Hiburan Malam Tak Berizin di Subang

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:34 WIB

Direktur BPRS Bhakti Sumekar: Hardiknas 2026 Momentum Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Generasi Muda

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:01 WIB

Hardiknas 2026, Dinkes P2KB Sumenep Tegaskan Pendidikan Berkualitas Butuh Gerakan Bersama

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:04 WIB

Polres Sumenep Gelar Apel Siaga dan Patroli Besar, Antisipasi Kerawanan May Day

Kamis, 30 April 2026 - 12:07 WIB

Polres Sumenep Gelar Rikkes Berkala 2026, Pastikan Kesehatan Personel Tetap Prima

Berita Terbaru