Ini Penjelasan Kepala MAN Sumenep soal Polemik Pungutan Rp 1,6-1,8 Juta Bagi Calon Siswa

Jumat, 7 April 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, detikkota.com – Polemik pungutan uang sebesar Rp 1,6 juta untuk calon siswa dan Rp 1,8 juta untuk calon siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sumenep terus bergulir.

Diklaim, uang tersebut untuk kebutuhan calon siswa/siswa, yakni biaya untuk seragam berupa 3 potong kain untuk siswa, dan untuk siswi ditambah jilbab. Sayangnya, peruntukan uang jutaan tersebut tanpa dilampiri rincian sehingga menimbulkan protes dari calon wali siswa.

Terbaru, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, H. Mohammad Sadik memanggil Kepala MAN bersama 2 guru serta 2 orang Komite Madrasah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam klarifikasinya, Kepala MAN Sumenep, H Hairuddin tidak bisa membuktikan kalau calon siswa dan walinya telah diberikan rincian kebutuhan siswa selama sekolah. Dia hanya menyebutkan untuk kebutuhan seragam dan untuk kerjasama dengan ITS Surabaya.

“Untuk seragam sekitar Rp 400 ribu, selebihnya untuk kerjasama dengan kampus ITS dan lainnya” jelas Hairuddin.

Ditanya apakah penarikan sejumlah uang tersebut sudah berdasarkan kesepakatan dengan calon wali siswa, dan dibenarkan secara aturan, lagi-lagi Kepala MAN Sumemep mengatakan belum waktunya rapat Komite dengan calon wali siswa.

“Kan masih belum masuk, jadi belum ada rapat, tapi ketika tes wawancara calon siswa ditemani walinya, dan disampaikan untuk pembiayaan apa saja. Sudah kami perlihatkan rinciannya. Memang ada yang tidak diberikan rinciannya?,” tanya Hairuddin.

Hairuddin berasalan, penarikan sejumlah uang itu agar calon siswa yang telah mendaftar di MAN Sumenep gagal masuk.

“Kami hanya tidak mau mereka yang telah mendaftar di MAN kabur atau tidak jadi sekolah di sini. Makanya, harus dilunasi terlebih dahulu seluruh biayanya,” imbuhnya.

Ditanya apakah uang yang telah diterimanya akan dikembalilan pada calon siswa gagal masuk MAN Sumenep? Hairuddin pun kembali terdiam. Tanpa memberikan penjelasan.

Sebelumnya, Kasi Pendma Kamenag Sumenep, H Moh Sadik mengakui tidak tahu jika ada penarikan sejumlah uang oleh MAN Sumenep.

“Kalau soal itu, saya tidak tahu. Saya juga baru tahu setelah mendapatkan info dari teman teman media. Dan ternyata, saya sudah telepon salah satu guru di MAN, katanya ini sudah setiap tahun di lakukan,” imbuhnya, Jumat (7/4/2023).

Berdasarkan informasi, jumlah siswa yang mendaftar di MAN Sumenep kisaran 400 calon siswa. Jika dikalikan Rp 1,6 juta jumlahnya menjadi Rp 640 juta.(red)

Berita Terkait

Gowes Bangkalan–Jombang Semarakkan Harlah ke-92 GP Ansor
Bangkalan Jadi Titik Awal Napak Tilas Harlah ke-92 GP Ansor
BMKG Prediksi Hujan Lebat Guyur Sumatera Utara dan Maluku Hari Ini
Aktivis Soroti Kasus Kades Pragaan Daya, Penegakan Hukum Diminta Tak Tebang Pilih
BRI Sumenep Tegaskan Komitmen GCG, Siap Ikuti Putusan Pengadilan Terkait Aksi PMII
Aksi PMII UNIJA di BRI Sumenep Diwarnai Pembakaran Ban, Massa Desak Pimpinan Cabang Turun Tangan
PMII UNIJA Demo BRI Sumenep, Soroti Dugaan Penyalahgunaan Jabatan dan Penipuan
Disdik Sumenep Luncurkan Buku Pintar PAUD, Dorong Penerapan Deep Learning

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 11:13 WIB

Gowes Bangkalan–Jombang Semarakkan Harlah ke-92 GP Ansor

Minggu, 26 April 2026 - 11:12 WIB

Bangkalan Jadi Titik Awal Napak Tilas Harlah ke-92 GP Ansor

Sabtu, 25 April 2026 - 17:05 WIB

BMKG Prediksi Hujan Lebat Guyur Sumatera Utara dan Maluku Hari Ini

Jumat, 24 April 2026 - 15:06 WIB

Aktivis Soroti Kasus Kades Pragaan Daya, Penegakan Hukum Diminta Tak Tebang Pilih

Kamis, 23 April 2026 - 12:17 WIB

BRI Sumenep Tegaskan Komitmen GCG, Siap Ikuti Putusan Pengadilan Terkait Aksi PMII

Berita Terbaru