Fatayat NU Guluk-Guluk Berbagi dengan Anak Yatim dan Dhuafa di Bulan Muharram

Rabu, 2 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota PAC Fatayat NU Guluk-Guluk dalam acara peringatan 10 Muharram di kantor MWC NU setempat.

Anggota PAC Fatayat NU Guluk-Guluk dalam acara peringatan 10 Muharram di kantor MWC NU setempat.

SUMENEP, detikkota.com – Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Nyai Lailatul Faizah mengatakan dengan berbagi, hati akan lebih hidup, lembut dan tentunya sebagai perantara untuk menggalai ridha Ilahi. Kelapangan hati untuk berbagi, bagian dari bukti bahwa sebenarnya umat butuh anak yatim dan dhuafa.

Pernyataan tersebut disampaikan saat memberi sambutan di acara peringatan 10 Muharram 1445 di kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) setempat, Rabu (2/8/2023).

“Berbagi kepada yatim dan dhuafa adalah salah satu cara untuk mengasah hati dalam menata hidup agar lebih bermakna,” ujar dosen Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Gukuk itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tempat yang berbeda, Ketua Pelaksana Kafilatul Jannah melaporkan, ada 72 penerima santunan tunai dan bingkisan. Mereka terdiri dari 36 anak yatim dan 36 dhuafa yang telah didata oleh panitia di setiap desa. Masing-masing desa mendapatkan jatah 3 anak yatim dan 3 dhuafa

“Kami hanya mengundang 10 anak yatim dan 10 dhuafa ke kantor MWCNU untuk menerima santunan secara simbolis. Sedangkan sisanya 62, diberikan dengan diantar langsung ke rumah penerima di masing-masing desa,” terangnya.

Pihaknya menggelar kegiatan tersebut dengan menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sumenep, Baitul Maal wa Tamwil (BMT) Nuansa Umat Cabang Guluk-Guluk, Berkah Fashion dan beberapa donatur lainnya.

“Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap bulan muharram, sasaran dan lokasinya berbeda-beda, dengan melihat kondisi mustahiq secara keseluruhan. Artinya, yang dipilih adalah yang benar-benar membutuhkan, sehingga penyalurannya tepat sasaran,” pungkasnya.

Berita Terkait

Ponpes Ngalah Pasuruan Tanamkan Nilai Toleransi dan Multikulturalisme
Festival Durian Songgon Angkat Potensi Lokal, Bupati Ipuk Apresiasi Kreativitas Desa
Ribuan Durian Meriahkan Selamatan Desa di Pasuruan, Tradisi Tetap Terjaga
Tradisi Puter Kayun Banyuwangi Kembali Digelar, Warga Boyolangu Napak Tilas Leluhur
Tradisi Combodug Sampang 2026 Berlangsung Meriah, Ribuan Warga Padati Lokasi
Larasati 2026 Hidupkan Ruang Publik dan Gairahkan Ekonomi Kreatif Kota Probolinggo
Ratusan Peserta Meriahkan Festival Ketupat 2026 di Pantai Lombang
Dialog Budaya “Membaca Keris Sumenep” Tegaskan Sumenep sebagai Pusat Peradaban Keris Nusantara

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 16:47 WIB

Ponpes Ngalah Pasuruan Tanamkan Nilai Toleransi dan Multikulturalisme

Selasa, 7 April 2026 - 11:26 WIB

Festival Durian Songgon Angkat Potensi Lokal, Bupati Ipuk Apresiasi Kreativitas Desa

Senin, 6 April 2026 - 11:05 WIB

Ribuan Durian Meriahkan Selamatan Desa di Pasuruan, Tradisi Tetap Terjaga

Senin, 30 Maret 2026 - 21:59 WIB

Tradisi Puter Kayun Banyuwangi Kembali Digelar, Warga Boyolangu Napak Tilas Leluhur

Minggu, 29 Maret 2026 - 13:34 WIB

Tradisi Combodug Sampang 2026 Berlangsung Meriah, Ribuan Warga Padati Lokasi

Berita Terbaru

Siswa SMPN 3 Banyuwangi mengolah sampah organik menjadi kompos dan produk ramah lingkungan saat dikunjungi Bupati Banyuwangi.

Pendidikan

SMPN 3 Banyuwangi Olah Sampah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Rabu, 8 Apr 2026 - 11:18 WIB