Disdukcapil Sumenep Berupaya Tuntaskan Perekaman Data Elektronik 48 Ribu Wajib KTP

Senin, 21 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Disdukcapil Kabupaten Sumenep, Wahasah.

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Disdukcapil Kabupaten Sumenep, Wahasah.

SUMENEP, detikkota.com – Dinas Kependudukan dan Pelayanan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur membuat beberapa terobosan untuk menuntaskan perekaman data elektronik bagi puluhan ribu warga yang belum memilik e-KTP atau KTP elektronik.

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Disdukcapil Kabupaten Sumenep, Wahasah menjelaskan, pihaknya menyisir hingga ke desa-desa, membuka pelayanan bagi warga yang akan mengurus KTP elektronik.

Selain itu, Disdukcapil juga siap melayani secara personal, khusus bagi penyandang disabilitas yang sedang sakit dan ODGJ.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami punya program ‘Karemator’, yang kepanjangannya ‘karep aladini rekam KTP nompa’ sapeda motor’. Jadi petugas kami yang jemput bola mendatangi wajib KTP, naik sepeda motor,” jelasnya, Senin (21/8/2023).

Menurutnya, semua program terobosan yang dilakukan Disdukcapil Sumenep untuk mempermudah warga yang akan melakukan pengurusan KTP elektronik.

Seban, kata Wahasah, berdasarkan data yang ada, tercatat sekitar 6% warga Sumenep belum memiliki KTP elektronik. Jumlah wajib KTP di Sumenep sekitar 800 ribu lebih.

“Saat ini hampir 94 persen wajib KTP telah semilikinya. Artinya, masih ada 6 persen yang belum punya KTP elektronik, atau sekitar 48 ribu wajib KTP,” tuturnya.

Dia menerangkan, ada beberapa faktor masyarakat belum memiliki KTP elektronik. Di antaranya, merasa belum perlu sehingga tidak memberikan respon positif saat dibuka pelayanan KTP elektronik hingga ke desa-desa.

“Selain itu, faktor geografis juga mempengaruhi. Terutama masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan. Biasanya masyarakat enggan mengurus KTP karena harus menyeberang pulau,” terang Wahasah.

Faktot sulitnya akses jaringan internet di beberapa wilayah di Sumenep, tambahnya, juga menjadi salah satu faktor penghambat perekaman KTP elektronik. Namun pihaknya masih terus berjuang jemput bola untuk menuntaskan perekaman data KTP elektronik.

“Kami juga mengimbau masyarakat agar mengurus KTP elektronik sekarang, tidak perlu menunggu nanti ketika dibutuhkan. Karena sebenarnya, kartu identitas kependudukan itu pasti dibutuhkan. KTP merupakan kebutuhan dasar untuk mendapatkan pelayanan,” tegas Wahasah.

Berita Terkait

Disdik Sumenep Luncurkan Buku Pintar PAUD, Dorong Penerapan Deep Learning
Dinkes P2KB Sumenep Perkuat Imunisasi Kejar Usai Pencabutan Status KLB Campak
Dinas Perhubungan Kabupaten Bangkalan Perkuat Keselamatan Transportasi Berbasis Domisili Korban
ASN di Sumenep Didorong Dukung UMKM, Belanja Produk Lokal Jadi Prioritas
Pemkab Lumajang Resmikan Rumah Singgah Graha Lamajang di Surabaya untuk Pasien Rujukan
Wabup Sumenep Dorong Program HDDAP untuk Perkuat Hortikultura dan Kesejahteraan Petani
Pemkab Sumenep Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak Lewat Pembentukan Satgas PPA Desa
Pemkot Surabaya Hapus Denda PBB-P2 Jelang HJKS ke-733

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 09:28 WIB

Disdik Sumenep Luncurkan Buku Pintar PAUD, Dorong Penerapan Deep Learning

Rabu, 22 April 2026 - 10:59 WIB

Dinkes P2KB Sumenep Perkuat Imunisasi Kejar Usai Pencabutan Status KLB Campak

Rabu, 22 April 2026 - 10:41 WIB

Dinas Perhubungan Kabupaten Bangkalan Perkuat Keselamatan Transportasi Berbasis Domisili Korban

Senin, 20 April 2026 - 20:49 WIB

ASN di Sumenep Didorong Dukung UMKM, Belanja Produk Lokal Jadi Prioritas

Minggu, 19 April 2026 - 23:30 WIB

Pemkab Lumajang Resmikan Rumah Singgah Graha Lamajang di Surabaya untuk Pasien Rujukan

Berita Terbaru