Dinkes P2KB Sumenep Perkuat Imunisasi Kejar Usai Pencabutan Status KLB Campak

Rabu, 22 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid P2P Dinkes P2KB Sumenep H. Achmad Syamsuri saat memberikan keterangan terkait program imunisasi kejar.

Kabid P2P Dinkes P2KB Sumenep H. Achmad Syamsuri saat memberikan keterangan terkait program imunisasi kejar.

SUMENEP, detikkota.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep resmi mencabut status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak yang sebelumnya ditetapkan pada Agustus 2025. Meski demikian, Dinkes P2KB Sumenep memastikan upaya perlindungan kesehatan masyarakat tetap berjalan melalui penguatan imunisasi rutin dan program imunisasi kejar.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Achmad Syamsuri, menegaskan bahwa pencabutan status KLB tidak berarti kewaspadaan dihentikan.

“Imunisasi rutin tetap berjalan, dan kami menambah imunisasi kejar untuk anak-anak yang belum lengkap jadwal imunisasinya,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program imunisasi kejar menyasar bayi, balita, dan baduta yang mengalami keterlambatan imunisasi. Keterlambatan tersebut umumnya disebabkan kondisi kesehatan anak saat jadwal imunisasi atau faktor kelalaian orang tua.

Pelaksanaan program dilakukan berbasis data dari masing-masing puskesmas dan dipantau melalui evaluasi rutin. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kecamatan Kalianget, yang sebelumnya mencatat kasus campak cukup tinggi.

Dinkes mencatat tren kasus campak di Sumenep mulai menurun sejak awal 2026, meskipun masih ditemukan kasus dalam jumlah terbatas.

“Anak yang sudah diimunisasi tetap bisa terpapar, tetapi biasanya tidak parah. Ini menunjukkan imunisasi tetap memberikan perlindungan penting,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga berupaya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi, termasuk menjawab keraguan terkait kehalalan vaksin dengan melibatkan tokoh lintas organisasi keagamaan.

Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap cakupan imunisasi semakin merata di seluruh wilayah.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak ragu membawa anak ke fasilitas kesehatan. Imunisasi adalah investasi penting untuk melindungi anak dari penyakit yang dapat dicegah,” pungkasnya.

Penulis : M

Editor : Id

Berita Terkait

Semangat Hardiknas dan Harkitnas 2026, Wabup Sumenep Tekankan SDM Unggul dan Kemandirian Desa
Presiden Prabowo Optimistis Koperasi Merah Putih Dorong Ekonomi Desa
Pemkab Sumenep Perketat Pengawasan Program BSPS 2026
Sekda Sumenep Minta KORPRI Adaptif dan Inovatif Hadapi Tantangan Birokrasi Digital
Wabup Sumenep Tekankan Muskab KORPRI Jadi Momentum Perkuat Profesionalisme ASN
Disnaker Kabupaten Probolinggo Gelar Pelatihan Pengolahan Hasil Pertanian untuk Generasi Muda
Pemkab Sumenep Gelar JJS Hardiknas 2026, Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
BSI dan Pemkab Subang Gelar “Subang Berhaji” untuk Antisipasi Keterbatasan Kuota Haji

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:04 WIB

Semangat Hardiknas dan Harkitnas 2026, Wabup Sumenep Tekankan SDM Unggul dan Kemandirian Desa

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:18 WIB

Presiden Prabowo Optimistis Koperasi Merah Putih Dorong Ekonomi Desa

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:17 WIB

Pemkab Sumenep Perketat Pengawasan Program BSPS 2026

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:32 WIB

Sekda Sumenep Minta KORPRI Adaptif dan Inovatif Hadapi Tantangan Birokrasi Digital

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:00 WIB

Wabup Sumenep Tekankan Muskab KORPRI Jadi Momentum Perkuat Profesionalisme ASN

Berita Terbaru

Calon penerima Beasiswa Baznas Cendekia 2026 di Kantor Baznas Kabupaten Sumenep, Jalan KH Agus Salim, Selasa (19/05/2026).

Daerah

Ratusan Mahasiswa Ikuti Seleksi Beasiswa Baznas Sumenep

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:23 WIB