KPU Sumenep Sosialisasikan Aturan Kampanye, Rafiqi: Berbeda dengan Aturan Sebelumnya

Rabu, 8 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plh. Ketua KPU Kabupaten Sumenep, Rafiqi.

Plh. Ketua KPU Kabupaten Sumenep, Rafiqi.

SUMENEP, detikkota.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur melakukan sosialisasi Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 15 dan PKPU nomor 20 tahun 2023 tentang Kampanye Pemilu 2024.

Kegiatan tersebut melibatkan partai politik (parpol) peserta Pemilu dan instansi terkait yang nantinya berkaitan dengan kegiatan Pemilu.

Plh Ketua KPU Kabupaten Sumenep, Rafiqi mengatakan, sosialisasi 2 Peraturan KPU itu bertujuan memberikan informasi terkait berbagai kebijakan dalam pelaksanaan kampanye, baik pada parpol peserta Pemilu dan stakeholder terkait.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebab, aturan kampanye dalam PKPU terbaru agak berbeda dengan aturan sebelumnya, sehingga perlu disosialisasikan kepada parpol dan stakeholder terkait,” jelasnya, Rabu (8/11/2023).

Dalam sosialisasi tersebut, KPU menekankan beberapa hal, di antaranya mengenai perbedaan kampanye dan sosialisasi. Termasuk keharusan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam rangka pemasangan alat peraga kampanye (APK).

“Nah, dua hal itu kita tekankan yakni perbedaan kampanye dengan sosialisasi dan koordinasi pemasangan alat peraga kampanye,” tegasnya.

Menurutnya, sebelum dimulainya masa kampanye pada 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024, maka berbagai kegiatan yang dilakukan peserta Pemilu hanya bersifat sosialisasi.

Dalam hal ini, peserta Pemilu hanya dibolehkan menyampaikan pesan-pesan partai, dan tidak diizinkan melakukan kampanye.

“Ada empat kriteria yang masuk kategori kampanye, yaitu penyampaian visi, misi, program kerja dan citra diri,” jelas Rafiqi

Jika peserta Pemilu ingin menyampaikan salah satunya, tambahnya, maka dibolehkan. Namun tidak diizinkan menyampaikan secara keseluruhan.

“Jadi kalau pesan yang disampaikan sudah mencakup empat kriteria itu atau lengkap dalam satu baliho, maka itu termasuk kampanye,” tandasnya

Hal lain, Rafiqi juga mengingatkan beberapa kegiatan yang dilaksanakan parpol peserta Pemilu harus berkoordinasi atau mendapatkan izin dari pihak kepolisian, KPU maupun Bawaslu setempat.

“Masing-masing peserta Pemilu hanya diizinkan menggunakan 20 akun media sosial untuk setiap aplikasi selama masa kampanye,” pungkasnya.

Berita Terkait

Kasus Curanmor di Lenteng Terungkap, Polisi Amankan Pria Berinisial AM
Mahfud MD Nilai Penangkapan Eks Kepala BGN Tepat, Soroti Tata Kelola Program MBG
Aktivis dan Praktisi Hukum Datangi PN Sumenep, Pertanyakan Eksekusi Lahan Sengketa yang Belum Terlaksana
Disdukcapil Sumenep Matangkan Penerapan Pemblokiran Layanan Publik bagi Mantan Suami yang Abaikan Nafkah
Bulan Bung Karno, Bupati Sumenep Ajak ASN dan Karyawan BUMD Kenakan Peci Nasional Selama Juni
Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Bupati Fauzi Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Nilai Kebangsaan
Pemkab Sumenep Kembali Raih Opini WTP untuk Kesembilan Kalinya
Sumenep Siap Terapkan Penundaan Layanan Adminduk bagi Mantan Suami yang Abaikan Nafkah

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:46 WIB

Kasus Curanmor di Lenteng Terungkap, Polisi Amankan Pria Berinisial AM

Minggu, 7 Juni 2026 - 10:39 WIB

Mahfud MD Nilai Penangkapan Eks Kepala BGN Tepat, Soroti Tata Kelola Program MBG

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:09 WIB

Aktivis dan Praktisi Hukum Datangi PN Sumenep, Pertanyakan Eksekusi Lahan Sengketa yang Belum Terlaksana

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:03 WIB

Disdukcapil Sumenep Matangkan Penerapan Pemblokiran Layanan Publik bagi Mantan Suami yang Abaikan Nafkah

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:03 WIB

Bulan Bung Karno, Bupati Sumenep Ajak ASN dan Karyawan BUMD Kenakan Peci Nasional Selama Juni

Berita Terbaru