Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.020 per Dolar AS di Tengah Sentimen Global

Jumat, 3 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

uang rupiah dan dolar AS.

uang rupiah dan dolar AS.

JAKARTA, detikkota.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak melemah pada kisaran Rp16.980 hingga Rp17.020 per dolar AS pada perdagangan Kamis (2/4/2026).

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Rabu (1/4/2026), rupiah tercatat menguat sebesar 0,34 persen ke posisi Rp16.983 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS justru melemah 0,31 persen ke level 99,64.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menyebut, pergerakan rupiah masih dipengaruhi sentimen global, terutama terkait dinamika geopolitik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pasar merespons perkembangan konflik global yang masih berlanjut, meskipun ada sinyal diplomasi dari masing-masing pihak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pernyataan Presiden AS Donald Trump yang membuka peluang penghentian konflik dalam beberapa pekan ke depan memberikan harapan, namun belum cukup kuat meredam kekhawatiran pasar.

Di sisi lain, kondisi di kawasan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi minyak dunia juga turut memberi tekanan.

“Gangguan pasokan minyak akibat konflik membuat pasar tetap berhati-hati dan menahan pergerakan mata uang,” tambahnya.

Dari dalam negeri, kinerja neraca perdagangan Indonesia masih menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus perdagangan sebesar US$1,27 miliar pada Februari 2026.

Capaian tersebut melanjutkan tren surplus selama 70 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

“Surplus ini terutama ditopang oleh sektor nonmigas seperti lemak dan minyak nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja,” jelasnya.

Selain itu, nilai ekspor Indonesia pada Februari 2026 tercatat sebesar US$22,17 miliar atau naik 1,01 persen secara tahunan. Sementara impor mencapai US$20,89 miliar atau meningkat 10,85 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun demikian, data Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Maret 2026 mengalami penurunan ke level 50,1 dari sebelumnya 53,8, meski masih berada di zona ekspansi.

Pada perdagangan intraday, rupiah sempat melemah tipis 0,01 persen atau sekitar 2 poin ke level Rp16.995 per dolar AS pada pukul 14.36 WIB.

Secara keseluruhan, pergerakan rupiah masih dipengaruhi kombinasi sentimen global dan domestik yang membuat pasar cenderung berhati-hati.

Penulis : Jack

Editor : Red

Berita Terkait

Bhabinkamtibmas Desa Torbang Dampingi Petani Panen Jagung Dukung Ketahanan Pangan
Saldo Minimum Bank Mandiri, BRI, dan BNI Terbaru Berlaku Mei 2026
Pelemahan Rupiah Diprediksi Picu Kenaikan Harga Sejumlah Barang Impor
Kopmen Wanita Potre Koneng Gelar Pasar Murah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
BI Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, Dolar AS Tembus Rp17.500
Wajah Ekonomi Sumenep dari Pinggir Jalan Panglima Sudirman
Rupiah Masih Tertekan Meski Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen
Surat Mengendap Hampir Tiga Bulan, BTN Sumenep Baru Buka Suara Soal KPR dan Perumahan

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:09 WIB

Bhabinkamtibmas Desa Torbang Dampingi Petani Panen Jagung Dukung Ketahanan Pangan

Senin, 18 Mei 2026 - 07:19 WIB

Saldo Minimum Bank Mandiri, BRI, dan BNI Terbaru Berlaku Mei 2026

Minggu, 17 Mei 2026 - 01:45 WIB

Pelemahan Rupiah Diprediksi Picu Kenaikan Harga Sejumlah Barang Impor

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:25 WIB

Kopmen Wanita Potre Koneng Gelar Pasar Murah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Rabu, 13 Mei 2026 - 05:25 WIB

BI Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, Dolar AS Tembus Rp17.500

Berita Terbaru