Nahas, Bayi Usia 7 Hari Meninggal, Keluarga Duga Akibat Pengambilan Sampel Darah di Puskesmas

Rabu, 22 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Puskesmas Batang-Batang, Kabupaten Sumenep.

Kantor Puskesmas Batang-Batang, Kabupaten Sumenep.

SUMENEP, detikkota.com – Keluarga bayi yang baru lahir di Pusat kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur menyesalkan kejadian yang nemimpanya.

Kekecewaan itu berawal saat Rumnaini, warga Dusun Mojung, Desa Tamidung mendapat pelayanan saat melahirkan secara normal di Puskesmas Batang-Batang pada Selasa (14/11/2023) malam.

Dalam proses persalinan, anak kedua pasangan Azis dan Rumnaini itu lahir dengan selamat. Keesokan harinya, Rabu (15/11/2023) sekitar pukul 09.00 ibu dan anak diperbolehkan pulang dan diminta kembali ke Puskesmas Batang-Batang pada Sabtu, 3 hari kemudian untuk dilakukan cek laboratorium.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ayah bayi, Azis menceritakan sesuai petunjuk petugas dia membawa bayi beserta ibu ke Puskesmas Batang-Batang pada hari yang ditentukan.

“Di sana (Puskesmas Batang-Batang) petugas mengambil sampel darah di bagian tumit dengan alasan untuk mengecek kestabilan tubuh bayi,” jelasnya, Selasa (21/11/2023).

Usai pengambilan darah, lanjutnya, petugas Puskesmas memperbolehkan orang tua dan bayi pulang sebab keduanya sehat dan tidak ada gejala apapun.

Namun malam Minggu sampai malam Selasa kata Azis, tubuh anaknya mengalami demam dan drop. Dia berinisiatif membawa kembali bayinya ke Puskesmas Batang-Batang.

“Di sana, petugas Puskesmas Batang-Batang mengaku tidak mampu dan menyarankan untuk rujuk ke Rumah Sakit Islam (RSI) Kalianget,” sebut Azis.

Namun setibanya di RSI Kalianget, lanjutnya, dia mengalami hal yang sama. Petugas juga menyampaikan bayi itu harus  dirujuk ke salah satu Rumah Sakit di Sampang.

“Di tengah perjalanan, tepatnya di Kabupaten Pamekasan, nyawa anak saya sudah tidak tertolong,” ucap Azis penuh duka.

Di sisi lain, Tokoh Pemuda Desa Tamidung, Fudali menyatakan, keluarga si bayi menyalahkan pihak Puskesmas Batang-Batang yang telah mengambil sampel darah dengan alasan untuk cek laboratorium. Padahal, menurutnya kondisi bayi waktu itu nyata-nyata sehat dan tidak ada masalah apapun.

Fudali juga menyayangkan karena bekas pengambilan sampel darah di bagian tumit bayi tidak diperban untuk menghentikan keluarnya darah.

Selain itu, pihaknya juga menyatakan bahwa, pengambilan darah di bagian tumit pada bayi harusnya tidak bisa dilakukan selain dokter spesialis anak atau perawat.

“Tapi kenapa ini dengan berani mengambilnya tanpa konsultasi terlebih dahulu kepada dokter yang membidanginya?,” tanya Fudali kesal.

Hal tersebut, sambungnya, sangat jelas ada pelanggaran kode etik dan hukum sesuai Pasal 62 ayat (1) huruf c Undang-Undang Tenaga Kesehatan yang mengamanatkan ‘kewenangan berdasarkan kompetensi’ adalah kewenangan untuk melakukan pelayanan kesehatan secara mandiri sesuai dengan lingkup dan tingkat kompetensinya.

“Dalam Pasal 84 juga disebutkan, apabila bidan atau perawat melakukan suatu tindakan kelalaian berat yang menyebabkan penerima pelayanan kesehatan menderita luka berat, maka bidan yang bersangkutan dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama tiga tahun. Sedangkan jika kelalaian berat itu mengakibatkan kematian, bidan tersebut dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun,” tegas Fudali.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Batang-Batang, dr. Fatimatus Insoniyah membantah jika tindakan pengambilan sampel darah di bagian tumit bayi terjadi tindakan kelalaian. Dia menegaskan, tindakan yang dilakukan petugas sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Kami sudah bekerja sesuai prosedur. Jadi tidak ada kelalaian apalagi malapraktik,” tegasnya secara tertulis.

Pihaknya juga membantah jika setelah pengambilan sampel darah di bagian tumit bayi petugas tidak menutupnya dengan perban.

“Setelah pengambilan darah, sudah diberikan perban. Sudah kami lalukan sesuai prosedur. Setelah di swab alkohol langsung ditutup dengan hypafix,” pungkasnya.

Berita Terkait

Truk Kontainer Tabrak Lima Sepeda Motor dan Truk Tangki di Pandaan, Tiga Orang Tewas
Diduga Lalai Pasang Rambu, Jalan Bekas Proyek Drainase di Sumenep Sebabkan Korban Luka Berat
Proyek Galian Gorong-Gorong di Pakandangan Tengah Disorot, Belasan Pengendara Dilaporkan Kecelakaan
Kericuhan Warnai Turnamen Voli Piala Bupati Cup Sumenep, Suporter Terlibat Tawuran
Lansia di Bluto Ditemukan Meninggal di Dalam Sumur, Polisi Pastikan Tidak Ada Unsur Pidana
Siang Hari, Mushola di Desa Kowel Pamekasan Dilalap Api
Kolaborasi Dua Terminal Selamatkan Anak Hilang Asal Sumenep
Identitas Korban Laka Tunggal di Sumenep Terungkap, Pelajar 16 Tahun Meninggal Dunia

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:33 WIB

Truk Kontainer Tabrak Lima Sepeda Motor dan Truk Tangki di Pandaan, Tiga Orang Tewas

Minggu, 7 Juni 2026 - 16:47 WIB

Diduga Lalai Pasang Rambu, Jalan Bekas Proyek Drainase di Sumenep Sebabkan Korban Luka Berat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 02:54 WIB

Proyek Galian Gorong-Gorong di Pakandangan Tengah Disorot, Belasan Pengendara Dilaporkan Kecelakaan

Selasa, 28 April 2026 - 13:30 WIB

Kericuhan Warnai Turnamen Voli Piala Bupati Cup Sumenep, Suporter Terlibat Tawuran

Senin, 27 April 2026 - 17:39 WIB

Lansia di Bluto Ditemukan Meninggal di Dalam Sumur, Polisi Pastikan Tidak Ada Unsur Pidana

Berita Terbaru