Sumenep Alami Inflasi Tahunan 5,51% Periode November 2023, Tertinggi di Jatim

Minggu, 3 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep, Ribut Hadi Candra.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep, Ribut Hadi Candra.

SUMENEP, detikkota.com – Tingginya harga beras menjadi penyumbang inflasi terbesar di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Pada periode November 2023, Sumenep mengalami inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) sebesar 5,51% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 119,97.

Laju inflasi ini menempatkan Sumenep sebagai kabupaten dengan inflasi y-on-y tertinggi di Jawa Timur. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Jember sebesar 2,64% dengan IHK sebesar 118,04.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep, Ribut Hadi Candra mengatakan, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran.

“Kelompok pengeluaran itu, yakni kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 10,13 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 9,16 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 5,27 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,84 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,77 persen, kelompok kesehatan sebesar 2,76 persen,” jelasnya, Sabtu (2/12/2023).

Selain itu lanjut Candra, kelompok pendidikan sebesar 2,25%, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,24%, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,04%, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,92%, dan kelompok transportasi sebesar 0,51%.

“Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y pada November 2023, yaitu beras, emas perhiasan, cabai rawit, rokok kretek filter, tongkol diawetkan, cabai merah, tarif air minum pam, bawang putih, daging ayam ras, daging sapi, tahu mentah, tissu, obat gosok, pembalut wanita, soto, baju anak stelan, rujak, laptop, cumi-cumi dan keramik,” rincinya.

Menurutnya, untuk tingkat inflasi bulanan atau month to month (m-to-m) November 2023, Kabupaten Sumenep sebesar 0,87% dan tingkat inflasi tahun kalender atau year to date (y-to-d) November 2023 sebesar 4,34%.

“Dengan tingkat inflasi tahunan (y-on-y) Kabupaten Sumenep pada November 2023, yakni sebesar 5,51 persen, lebih tinggi angkanya dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 5,29 persen, maka menempatkan Sumenep berada pada peringkat ke-2 secara nasional,” pungkas Candra.

Berita Terkait

Rupiah Berpotensi Melemah ke Rp18.250 per Dolar AS, Sentimen Global dan Domestik Jadi Pemicu
Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon di Desa Kasengan
Bhabinkamtibmas Desa Torbang Dampingi Petani Panen Jagung Dukung Ketahanan Pangan
Saldo Minimum Bank Mandiri, BRI, dan BNI Terbaru Berlaku Mei 2026
Pelemahan Rupiah Diprediksi Picu Kenaikan Harga Sejumlah Barang Impor
Kopmen Wanita Potre Koneng Gelar Pasar Murah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
BI Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, Dolar AS Tembus Rp17.500
Wajah Ekonomi Sumenep dari Pinggir Jalan Panglima Sudirman

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 11:39 WIB

Rupiah Berpotensi Melemah ke Rp18.250 per Dolar AS, Sentimen Global dan Domestik Jadi Pemicu

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:11 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon di Desa Kasengan

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:09 WIB

Bhabinkamtibmas Desa Torbang Dampingi Petani Panen Jagung Dukung Ketahanan Pangan

Senin, 18 Mei 2026 - 07:19 WIB

Saldo Minimum Bank Mandiri, BRI, dan BNI Terbaru Berlaku Mei 2026

Minggu, 17 Mei 2026 - 01:45 WIB

Pelemahan Rupiah Diprediksi Picu Kenaikan Harga Sejumlah Barang Impor

Berita Terbaru