Bem Sumenep Tuntut Bupati Segera Tuntaskan Kemiskinan

Jumat, 17 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, detikkota.com – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep (BEMSU) mendatangi kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Mereka mengajukan tiga tuntutan untuk menuntaskan kemiskinan.

Tiga tuntutan yang disampaikan antara lain, pertama; Pemkab Sumenep segera melakukan evaluasi terkait penerima bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Sumenep. Kedua, Pemkab Sumenep segera memberikan bantuan terhadap 100 temuan masyarakat miskin dan ketiga, dalam waktu satu bulan harus tuntaskan masalah kemiskinan di Kabupaten Sumenep.

Mereka menyoal angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep pada 2022 sebesar 18,76 persen atau setara 206.020 jiwa yang dinilai tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Angka kemiskinan di Sumenep tertinggi ketiga di Jawa Timur. Mana janji-janji bupati dan wakil bupati untuk membangun Sumenep,” kata Ketua BEM Sumenep, Moh. Syauqi.

Mereka menilai tingginya angka kemiskinan di Sumenep itu wujud kurang seriusnya bupati dan wakil bupati dalam menangani persoalan tersebut.

“Jangan sibuk pencitraan di media sosial. Entaskan warga miskin, baik di daratan maupun kepulauan,” katanya.

Aparat Kepolisan Sumenep yang menjaga ketat berlangsungnya aksi itu tak mampu menghalau massa. Sehingga, setelah berorasi sekitar satu jam di depan kantor bupati, massa berhasil masuk ke kawasan kantor.

Lalu kemudian mereka masuk hingga ke teras kantor bupati sambil terus berorasi dan meminta orang nomor satu dan nomor dua di kabupaten Sumenep itu menemui mereka di luar kantor.

“Kami ingin bertemu langsung dengan bupati atau wakil bupati. Kami tidak mau ditemui perwakilan. Kami ingin menagih janji bupati/wakil bupati yang katanya akan melayani masyarakat,” tegasnya.

Namun ketika massa merangsek ke teras kantor, bupati maupun wakil bupati tidak berada di kantor.

Hingga aksi selesai di pukul 13.30 WIB, massa tidak ditemui bupati Sumenep. Akhirnya melalukan penyegelan di area Kantor Pemkab Sumenep dengan meletakkan banner di depan pintu masuk kantor, dan berjanji akan kembali lagi.

“Kami kecewa dan akan aksi lagi nantinya hingga ada jawaban dari bupati Sumenep,” kata Syauqi kecewa.

Berita Terkait

KKKS Kabupaten Probolinggo Salurkan Bantuan Usaha Produktif untuk Keluarga ODGJ
Pejabat Pemkab Banyuwangi Jalani Tes Urine, Tegaskan Komitmen Zero Tolerance Narkoba
Sempat Masuk DPO, Tersangka Penipuan Rp200 Juta Ditangkap Polresta Sumenep
Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap
Rutan Kraksaan dan Dinkes Probolinggo Perkuat Layanan Kesehatan Warga Binaan
58 ASN Pemkot Surabaya Dijatuhi Sanksi Disiplin hingga September 2026
Diskominfo Sumenep Perkuat Keamanan Digital dalam Program Sekolah Aman dan Nyaman
Berencana Itu Keren! DPPKB Purwakarta Dorong Partisipasi Aktif Masyarakat Lewat Program SILIKON Bangga Kencana

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:32 WIB

KKKS Kabupaten Probolinggo Salurkan Bantuan Usaha Produktif untuk Keluarga ODGJ

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:19 WIB

Pejabat Pemkab Banyuwangi Jalani Tes Urine, Tegaskan Komitmen Zero Tolerance Narkoba

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:29 WIB

Sempat Masuk DPO, Tersangka Penipuan Rp200 Juta Ditangkap Polresta Sumenep

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap

Rabu, 30 September 2026 - 12:58 WIB

Rutan Kraksaan dan Dinkes Probolinggo Perkuat Layanan Kesehatan Warga Binaan

Berita Terbaru