Stok Oksigen Kosong di Puskesmas Pragaan Burujung Renggut Nyawa Warga

Rabu, 14 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, detikkota.com – Duka mendalam menyelimuti keluarga Masrul, warga Dusun Rembang, Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep. Ia mengaku kecewa atas buruknya pelayanan di Puskesmas Pragaan yang diduga menjadi penyebab keluarganya meninggal dunia akibat kecelakaan saat mencari pertolongan medis.

“Pelayanan kesehatan di Puskesmas Pragaan, termasuk kepala UPT-nya, sampai hari ini sangat tidak becus. Akibatnya, keluarga saya menjadi korban,” ujar Masrul, Selasa (13/05/2025) sekitar pukul 23.30 WIB.

Peristiwa memilukan itu bermula saat Masrul bersama anggota keluarganya, A.B, membawa sang kakek yang tengah kritis untuk mendapatkan perawatan darurat di Puskesmas Pragaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sesampainya di ruang UGD, petugas menyatakan bahwa pasien membutuhkan oksigen. Namun, puskesmas tersebut tidak memiliki stok oksigen sama sekali.

“Kami lalu putuskan mencari oksigen di klinik lain, salah satunya Klinik NU. Tapi dalam perjalanan, keluarga saya, A.B., justru mengalami kecelakaan dan terlindas truk hingga meninggal dunia,” jelasnya pilu.

Masrul menilai, kejadian tersebut merupakan bentuk kelalaian struktural dalam sistem pelayanan kesehatan yang seharusnya tidak terjadi.

Terlebih, saat dikonfirmasi kepada petugas puskesmas bahwa ketiadaan stok oksigen karena pembagian jatah secara merata yang telah dikoordinasikan dengan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.

“Kalau oksigen tidak tersedia, lalu pasien harus bagaimana? Apakah harus pasrah menunggu ajal? Ini bukan hanya kelalaian, tapi sudah masuk kategori pembiaran yang nyaris seperti pembunuhan terselubung,” kecam Masrul.

Ia pun mendesak Pemerintah Kabupaten Sumenep, Dinas Kesehatan, serta Komisi I DPRD Sumenep untuk turun tangan menyikapi persoalan ini dengan serius.

“Saya minta Bupati, Wakil Bupati, Dinas Kesehatan, serta anggota Komisi I DPRD Sumenep segera menindaklanjuti kasus ini. Jangan sampai nyawa warga lain ikut menjadi korban seperti keluarga saya,” tegasnya.

Berita Terkait

Diduga Ledakan Mercon, Satu Rumah di Batuputih Rusak dan Dua Warga Luka
Batu Bara Tumpah ke Laut, Tongkang Terbalik di Wilayah Arjasa Sumenep
Lima Hari Tak Keluar Kamar, Warga Sumenep Ditemukan Meninggal Dunia
Hari Kedua Pencarian, Bocah 8 Tahun Tenggelam di Camplong Ditemukan Meninggal
Bupati Probolinggo Pimpin Langsung Penanganan Banjir di Kraksaan, Tegaskan Evaluasi Total
Kecelakaan Maut di Jalan Raya Rubaru, Pemotor Asal Karangnangka Meninggal Dunia
Tragis, Pick Up Terjun ke Jurang Saat Ambil Batu di Rombasan, Satu Orang Meninggal
Bayi Perempuan Terluka Ditemukan di Desa Kolor, Polres Sumenep Lakukan Penyelidikan

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 11:39 WIB

Diduga Ledakan Mercon, Satu Rumah di Batuputih Rusak dan Dua Warga Luka

Jumat, 27 Februari 2026 - 12:45 WIB

Batu Bara Tumpah ke Laut, Tongkang Terbalik di Wilayah Arjasa Sumenep

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:41 WIB

Lima Hari Tak Keluar Kamar, Warga Sumenep Ditemukan Meninggal Dunia

Minggu, 22 Februari 2026 - 17:31 WIB

Hari Kedua Pencarian, Bocah 8 Tahun Tenggelam di Camplong Ditemukan Meninggal

Minggu, 22 Februari 2026 - 17:00 WIB

Bupati Probolinggo Pimpin Langsung Penanganan Banjir di Kraksaan, Tegaskan Evaluasi Total

Berita Terbaru

Ilustrasi perhiasan emas di etalase toko. Harga emas perhiasan pada 24 Maret 2026 bervariasi tergantung kadar karat dan penyedia.

Nasional

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, 24 Maret 2026, Cek Pergerakannya

Selasa, 24 Mar 2026 - 14:01 WIB

Bupati Lumajang Indah Amperawati saat meninjau distribusi LPG 3 kilogram di salah satu SPBE untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap aman selama Idulfitri 1447 Hijriah.

Daerah

Pemkab Lumajang Pastikan Stok LPG 3 Kg Aman Selama Idulfitri

Selasa, 24 Mar 2026 - 13:42 WIB