Dinkes Banyuwangi Pastikan Belum Ada Kasus Hantavirus, Warga Diimbau Tetap Waspada

Senin, 11 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat.

BANYUWANGI, detikkota.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi memastikan hingga awal Mei 2026 belum ditemukan kasus positif hantavirus di wilayah setempat. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui tikus tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, mengatakan hantavirus dapat menular melalui air kencing, kotoran, maupun gigitan tikus yang telah terinfeksi virus. Penularan paling umum terjadi ketika debu yang tercemar kotoran atau urine tikus terhirup manusia.

“Hantavirus bisa menyebabkan gejala seperti demam tinggi, ruam pada tubuh, hingga gangguan pernapasan seperti batuk dan sesak napas,” ujar Amir, Senin (11/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, pada tahap awal penderita biasanya mengalami gejala umum seperti demam dan nyeri tubuh. Namun, apabila tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi lebih serius.

Karena itu, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala mencurigakan, terutama setelah beraktivitas di lingkungan yang berpotensi menjadi habitat tikus.

Sebagai upaya pencegahan, Dinkes Banyuwangi mengimbau warga menjaga kebersihan lingkungan, menutup rapat tempat penyimpanan makanan, serta mencegah tikus masuk ke dalam rumah.

“Lingkungan harus tetap bersih, terutama di area dekat kebun atau tempat yang rawan menjadi sarang tikus. Saat membersihkan kotoran tikus sebaiknya menggunakan masker dan menyemprotkan desinfektan terlebih dahulu,” katanya.

Selain menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat juga diminta menerapkan pola hidup sehat seperti mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, dan cukup istirahat guna menjaga daya tahan tubuh.

Dinkes Banyuwangi menegaskan hingga saat ini situasi masih aman dan belum ada laporan kasus hantavirus di Banyuwangi. Namun, langkah antisipasi terus dilakukan agar potensi penyebaran penyakit dapat dicegah sedini mungkin.

Penulis : Bi

Editor : Bi/Red

Berita Terkait

Eri Cahyadi Pesan Mahasiswa Baru ITS Kritis Hadapi Perkembangan AI
Eri Cahyadi ke MPLS SRT 2 Surabaya: Pemimpin Harus Punya Jiwa Sosial
Kader Kesehatan Remaja SMKN 1 Kalianget Ikuti Pembinaan Bersama Puskesmas
SMKN 1 Kalianget Gelar MPLS Ramah 2026, Diikuti 194 Siswa Baru
13 Ribu Anak Tak Sekolah di Sumenep, SERDADU Desak Pemkab Tak Berhenti pada Validasi Data
Pembangunan Sekolah Rakyat Banyuwangi Capai 75 Persen, Ditarget Rampung Juni 2026
Rutan Sumenep Buka Akses Pendidikan Kesetaraan bagi Warga Binaan
Ratusan Mahasiswa Ikuti Seleksi Beasiswa Baznas Sumenep

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Eri Cahyadi Pesan Mahasiswa Baru ITS Kritis Hadapi Perkembangan AI

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:03 WIB

Eri Cahyadi ke MPLS SRT 2 Surabaya: Pemimpin Harus Punya Jiwa Sosial

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:39 WIB

Kader Kesehatan Remaja SMKN 1 Kalianget Ikuti Pembinaan Bersama Puskesmas

Senin, 13 Juli 2026 - 21:50 WIB

SMKN 1 Kalianget Gelar MPLS Ramah 2026, Diikuti 194 Siswa Baru

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:46 WIB

13 Ribu Anak Tak Sekolah di Sumenep, SERDADU Desak Pemkab Tak Berhenti pada Validasi Data

Berita Terbaru

Eri saat menghadiri Pengukuhan Mahasiswa Baru ITS tahun akademik 2026/2027 di Kampus ITS Surabaya, Selasa (11/8/2026).

Pendidikan

Eri Cahyadi Pesan Mahasiswa Baru ITS Kritis Hadapi Perkembangan AI

Selasa, 11 Agu 2026 - 13:36 WIB