Pemkot Surabaya Kembangkan 342 Inovasi Layanan Publik, Dorong Efisiensi dan Kesejahteraan Warga

Selasa, 29 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, detikkota.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat layanan publik melalui pengembangan ratusan inovasi. Hingga Juli 2025, tercatat sebanyak 342 inovasi telah diterapkan di berbagai sektor pemerintahan, mulai dari tingkat dinas hingga kelurahan dan kecamatan.

Inovasi tersebut mencakup berbagai bidang seperti ekonomi, teknologi informasi, administrasi kependudukan, kesehatan, sosial, pendidikan, lingkungan, ketertiban umum, perdagangan, pekerjaan umum, hingga transportasi.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan bahwa setiap inovasi harus memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat. “Tujuan inovasi ini di antaranya untuk mempercepat pelayanan publik dan menurunkan angka kemiskinan,” ujar Eri pada Senin (28/7/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Eri juga mengajak seluruh jajaran Pemkot dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam ajang Inovboyo 2025 yang digelar melalui Bappedalitbang. Ajang ini menjadi wadah bagi masyarakat dan aparatur pemerintah untuk berkontribusi dalam pembangunan kota.

Menurut Eri, inovasi di Surabaya harus berorientasi pada tujuh sasaran utama, yaitu: menekan angka kemiskinan, menurunkan kematian ibu dan anak, menanggulangi stunting, membuka lapangan kerja, menurunkan gini rasio, meningkatkan IPM, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi.

“Indikator yang harusnya turun seperti kemiskinan, stunting, dan gini rasio, berhasil kita tekan. IPM juga mengalami peningkatan. Artinya, arah inovasi yang dijalankan sudah tepat,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menciptakan inovasi. Surabaya sendiri berhasil meraih predikat Kota Terinovatif dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2024 dari Kementerian Dalam Negeri.

Kepala Bappedalitbang Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad menyampaikan bahwa Inovboyo 2025 membawa tiga pilar utama. Pilar pertama adalah “Demokratis Inovasi” yang memberi ruang bagi seluruh warga menjadi inovator. Pilar kedua, “Ekonomi Sirkular dan Berkelanjutan” untuk mewujudkan Surabaya sebagai pelopor circular economy. Pilar ketiga, “Teknologi Humanis” yang mengedepankan pemanfaatan teknologi seperti AI, IoT, dan big data untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

“Teknologi seperti AI kini diarahkan untuk membantu deteksi dini bencana, seperti prediksi banjir melalui aplikasi yang terhubung langsung ke ponsel warga,” ungkap Irvan.

Berbagai inovasi unggulan telah dikembangkan, antara lain:

SIMBA dan SIRUMI (Bakesbangpol) untuk efisiensi administrasi dan informasi rumah ibadah.

SIPENA dan SIORMAS untuk pengelolaan arsip dan pencatatan organisasi masyarakat.

SIMPANAN (BPKAD) untuk pengelolaan arsip IPT.

SI TALAS, Opslan, dan Devplan (Bappedalitbang) untuk perencanaan strategis dan informasi ramah anak.

Inovboyo, SIBAPPER, dan MBOIS untuk mendorong kreativitas dan manajemen inovasi.

e-Monev, E-Kajian, dan e-Data untuk memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan pengelolaan data di lingkungan Pemkot.

Seluruh inovasi ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi pemerintahan dan kualitas layanan publik, sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat Kota Surabaya.

Berita Terkait

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan
Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada
Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen
Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap
ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA
GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten
Wali Kota Eri Datangi Penyalur ART di Gunung Anyar, Pekerja Terjerat Denda Rp3,5 Juta Dipulangkan
Hari Tani Nasional 2026, Bupati Probolinggo Soroti Pupuk dan Harga Komoditas

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen

Selasa, 29 September 2026 - 16:38 WIB

ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA

Selasa, 29 September 2026 - 16:35 WIB

GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten

Berita Terbaru