Penutupan Jalur Gumitir Ganggu Distribusi Energi, Pertamina Siapkan Rute Alternatif

Selasa, 29 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi (Foto: Ist - Karimatafm)

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi (Foto: Ist - Karimatafm)

BANYUWANGI, detikkota.com – Penutupan jalan nasional di Jalur Gumitir yang menghubungkan Kabupaten Jember dan Banyuwangi sejak 24 Juli hingga 24 September 2025 mulai berdampak pada kelancaran distribusi energi dan arus lalu lintas. Gangguan ini turut memicu kemacetan serta menghambat pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG ke sejumlah daerah.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan bahwa penutupan jalur tersebut memengaruhi operasional di 8 SPBU di Bondowoso dan 41 SPBU di Jember.

“Pertamina telah menyiapkan jalur alternatif sejak pertengahan Juli dan berkoordinasi dengan Satlantas serta Polres setempat guna memprioritaskan kendaraan pengangkut energi,” ujarnya, Senin (29/7/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, akibat kemacetan, waktu tempuh distribusi atau Round Time Hours (RTH) meningkat signifikan dari sebelumnya 4 jam menjadi 11 jam.

Untuk memastikan kelancaran pasokan, alih suplai dilakukan dari Banyuwangi ke Jember melalui rute Situbondo – Arak-Arak – Bondowoso, serta dari Surabaya dan Malang. Pertamina juga telah menyiagakan 79 mobil tangki dengan kapasitas hingga 24 kiloliter, disesuaikan dengan kondisi medan.

Sebagai tambahan langkah antisipasi, distribusi energi ke wilayah terdampak juga akan dibantu melalui suplai dari Tuban dan Madiun.

Pertamina mengimbau masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut terkait layanan distribusi dapat menghubungi Pertamina Call Center 135.

Berita Terkait

Kapolres Sumenep Pimpin Apel Besar, Perkuat Sinergi Sabuk Kamtibmas dengan Masyarakat
Kepala SPPG Bejreh Barokah Bangsa Sampaikan Permintaan Maaf Terkait MBG yang Diterima Siswa SDN Karanganyar
Program MBG di Sumenep Kembali Disorot, Wali Murid Keluhkan Menu Diduga Tak Layak di SPPG Prenduan
Wow !!! Pasar Pujasera Subang Sebentar Lagi Akan Di Sulap Jadi Mega Mall, Penasaran Kan Wargi Subang? Mari Kita Simak
Bunga Desa Jadi Solusi Layanan Dekat bagi Warga Tiga Desa di Banyuwangi
Persit Kodim Sumenep Tanam Pohon di Kalianget, Peringati HUT ke-80 dengan Aksi Lingkungan
Rabat Beton Jalan Gang H. Ilham Cikopo Mulai Dikerjakan, Warga Apresiasi
Harlah ke-66 PMII, Bupati Haris Tekankan Penguatan Peran Kader dan Peradaban

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 10:25 WIB

Kapolres Sumenep Pimpin Apel Besar, Perkuat Sinergi Sabuk Kamtibmas dengan Masyarakat

Rabu, 29 April 2026 - 22:35 WIB

Program MBG di Sumenep Kembali Disorot, Wali Murid Keluhkan Menu Diduga Tak Layak di SPPG Prenduan

Rabu, 29 April 2026 - 19:08 WIB

Wow !!! Pasar Pujasera Subang Sebentar Lagi Akan Di Sulap Jadi Mega Mall, Penasaran Kan Wargi Subang? Mari Kita Simak

Rabu, 29 April 2026 - 15:42 WIB

Bunga Desa Jadi Solusi Layanan Dekat bagi Warga Tiga Desa di Banyuwangi

Rabu, 29 April 2026 - 13:27 WIB

Persit Kodim Sumenep Tanam Pohon di Kalianget, Peringati HUT ke-80 dengan Aksi Lingkungan

Berita Terbaru

Prosesi Ritual Hong Bahhong yang digelar masyarakat Kecamatan Geger, Bangkalan, sebagai tradisi turun-temurun yang kini diusulkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.

SosBud

Ritual Hong Bahhong dari Geger Diajukan ke WBTbI

Kamis, 30 Apr 2026 - 14:41 WIB