Pemkab Lumajang Gandeng Lintas Pihak Atasi Anak Putus Sekolah dan Cegah Perkawinan Dini

Senin, 22 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

LUMAJANG, detikkota.com – Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) menggandeng sekolah, aparat desa, tokoh masyarakat, dan lembaga sosial dalam menangani anak putus sekolah serta mencegah perkawinan dini.

Kepala Bidang Perlindungan Anak dan Rehabilitasi Sosial Dinsos P3A, Darno, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjalankan program tersebut. “Kami berupaya membantu anak putus sekolah agar bisa kembali mengenyam pendidikan. Semua kebutuhan dasarnya difasilitasi, namun yang terpenting adalah sinergi lintas pihak agar program berjalan efektif,” ujarnya, Senin (22/9/2025).

Data tahun ajaran 2023/2024 mencatat 1.739 anak putus sekolah di Lumajang, terdiri atas 392 anak tingkat SD dan 1.347 anak tingkat SMP. Kecamatan Pasirian, Candipuro, dan Randuagung menjadi wilayah dengan angka tertinggi. Untuk menekan jumlah tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) bersama Pemkab, guru, aparat desa, serta komunitas masyarakat menggelar Focus Group Discussion (FGD) Genangutus Sekolah guna menyamakan langkah dan memperkuat aksi nyata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain pendidikan, upaya juga diarahkan pada pencegahan perkawinan anak. Berdasarkan data Pengadilan Agama Lumajang, perkara dispensasi nikah tercatat 856 kasus pada 2022, turun menjadi 825 kasus pada 2023, dan 682 kasus pada 2024. Penurunan ini menunjukkan adanya dampak dari program yang dijalankan.

Darno menekankan keberhasilan program sangat bergantung pada kerja sama seluruh pihak. “Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan masyarakat, guru, dan desa sangat menentukan keberhasilan anak-anak kembali bersekolah dan terhindar dari perkawinan dini,” katanya.

Program ini juga mengedepankan pendekatan humanis dengan memberikan bimbingan personal, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pendampingan psikologis bagi anak-anak yang kembali bersekolah.

Pemkab Lumajang berharap sinergi tersebut dapat menekan angka anak putus sekolah dan perkawinan dini, sekaligus memperkuat perlindungan anak melalui kerja sama semua elemen masyarakat.

Penulis : An

Editor : Md

Berita Terkait

Ribuan Anak Probolinggo Tampilkan Budaya Nusantara di HUT RI
Semarak HUT ke-81 RI, Pemkot Probolinggo Gelar Lomba Antar-OPD
Curanmor di Lenteng Terungkap, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam
Semarak HUT RI ke-81, Dispangtan Purwakarta Gelar Berbagai Kegiatan
Menko Pangan Tampung Keluhan Petani Banyuwangi, Janji Kawal Perbaikan Irigasi
Dari Kampus ke Garda Demokrasi, Mahasiswa Uniba Madura Tuntaskan Magang di Bawaslu Sumenep
Polresta Sumenep Edukasi 140 Pelajar MAN Sumenep soal Pemanfaatan AI
DPRD Sumenep Bahas Perubahan APBD 2026, Pendapatan Daerah Turun Rp175,16 Miliar

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:41 WIB

Ribuan Anak Probolinggo Tampilkan Budaya Nusantara di HUT RI

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Pemkot Probolinggo Gelar Lomba Antar-OPD

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:04 WIB

Curanmor di Lenteng Terungkap, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:01 WIB

Semarak HUT RI ke-81, Dispangtan Purwakarta Gelar Berbagai Kegiatan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Menko Pangan Tampung Keluhan Petani Banyuwangi, Janji Kawal Perbaikan Irigasi

Berita Terbaru

Ketua Umum MIO Indonesia AYS Prayogi.

Polhukam

Kasus Hotman Paris, MIO Desak Polisi Jangan Tebang Pilih

Minggu, 23 Agu 2026 - 23:05 WIB