Kasus Rp23 Miliar Bank Jatim, Kuasa Hukum Bang Alief Sebut Ada 22 Oknum Diduga Terlibat

Kamis, 6 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuasa hukum Bang Alief, Kamarullah, saat membeberkan 22 nama oknum diduga terlibat kasus Fraud Bank Jatim Sumenep.

Kuasa hukum Bang Alief, Kamarullah, saat membeberkan 22 nama oknum diduga terlibat kasus Fraud Bank Jatim Sumenep.

SUMENEP, detikkota.com – Kuasa hukum Ban’g Alief, Kamarullah, mengungkapkan telah mengantongi 22 nama yang diduga terlibat dalam kasus dugaan fraud senilai Rp23 miliar di Bank Jatim Cabang Sumenep. Nama-nama tersebut terdiri dari pimpinan cabang periode 2019–2022, tim IT, dan auditor internal.

Menurut Kamarullah, mustahil transaksi mencurigakan bisa berlangsung selama empat tahun tanpa diketahui pihak internal bank. “Ada 22 nama mulai dari pimpinan cabang, tim IT, hingga audit internal. Semua tahu bahwa SOP bank memiliki rekap harian, bulanan, dan tahunan,” ujarnya dalam konferensi pers di kantor LBH Madani Putra, Senin (3/11/2025).

Ia mempertanyakan langkah penyidik yang hanya menetapkan FS, nasabah sekaligus mitra Bang Alief, sebagai tersangka utama, sementara pihak internal bank tidak dimintai pertanggungjawaban. “Kasus ini seolah hanya ditimpakan kepada mitra luar, padahal tanggung jawab internal Bank Jatim harus dikedepankan,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kamarullah menegaskan, kasus tersebut menyangkut dana publik karena Bank Jatim merupakan BUMD. Ia meminta OJK, Bank Indonesia, Menteri BUMN, hingga Menteri Keuangan turun tangan untuk memastikan transparansi dan keadilan.

Selain itu, ia menilai penyidikan yang dilakukan Polres Sumenep cenderung menggiring opini publik melalui media sosial tanpa memberi ruang klarifikasi. “Kami tidak menekan penyidik, tapi menuntut keadilan yang setara bagi semua pihak,” katanya.

Pihaknya berencana membuka seluruh data dan bukti kepada publik, termasuk penjelasan teknis penggunaan mesin Electronic Data Capture (EDC) yang menjadi sumber masalah. “Kami akan lakukan siaran langsung agar masyarakat tahu bagaimana sistem EDC bekerja dan siapa yang mengendalikannya,” ujarnya.

Kamarullah juga memastikan akan menempuh jalur hukum yang lebih tinggi jika terbukti ada unsur kelalaian atau kesengajaan di internal Bank Jatim. “Keadilan harus ditegakkan, jangan hanya berhenti di mitra luar,” pungkasnya.

Sebelumnya, tim penyidik Tipikor Polres Sumenep melakukan penggeledahan di beberapa lokasi terkait kasus tersebut. Kasatreskrim Polres Sumenep, AKP Agus Rusdianto, menyebutkan bahwa dalam operasi itu disita sejumlah barang bukti berupa uang tunai Rp657 juta, perak putih 5,7 kilogram, dua unit sepeda motor, dan satu ruko di Jalan Trunojoyo.

Agus menjelaskan, penyidikan masih berlangsung dan pihaknya akan mengumumkan hasil setelah audit forensik keuangan selesai. “Indikasi penyalahgunaan mesin EDC cukup kuat. Untuk nilai pasti kerugian, kami tunggu hasil audit,” katanya.

Hingga dua pekan pasca penggeledahan, belum ada perkembangan lanjutan. Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, menyatakan bahwa seluruh proses penyidikan telah dilakukan sesuai prosedur. “Polres Sumenep sudah sesuai dengan prosedur,” ujarnya singkat.

Penulis : Md

Editor : Red

Berita Terkait

Satpol PP Surabaya Segel Tiga Toko Miras, Puluhan Botol Diamankan
Polresta Sumenep Tangani Dugaan KDRT, Suami Diduga Aniaya dan Ancam Bunuh Istri
Sempat Masuk DPO, Tersangka Penipuan Rp200 Juta Ditangkap Polresta Sumenep
Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap
Percakapan di Aplikasi Komunikasi Bongkar Dugaan Persetubuhan Anak di Sumenep, Pria 22 Tahun Ditahan Polisi
Polsek Masalembu Ungkap Peredaran Sabu, Hampir 50 Gram Diamankan
Projo Purwakarta: Tiga Tahun Cukup untuk Persiapkan Diri Jadi Partai Politik
Jual Beli Pil Y Terbongkar di Gapura, Polresta Sumenep Amankan 311 Butir

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Polresta Sumenep Tangani Dugaan KDRT, Suami Diduga Aniaya dan Ancam Bunuh Istri

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:29 WIB

Sempat Masuk DPO, Tersangka Penipuan Rp200 Juta Ditangkap Polresta Sumenep

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap

Kamis, 10 September 2026 - 16:39 WIB

Percakapan di Aplikasi Komunikasi Bongkar Dugaan Persetubuhan Anak di Sumenep, Pria 22 Tahun Ditahan Polisi

Senin, 7 September 2026 - 14:22 WIB

Polsek Masalembu Ungkap Peredaran Sabu, Hampir 50 Gram Diamankan

Berita Terbaru