Wali Kota Surabaya Minta Warga Tidak Tutupi Saluran Air untuk Atasi Banjir

Kamis, 6 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau saluran air di kawasan Jalan Tanjungsari, Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau saluran air di kawasan Jalan Tanjungsari, Surabaya.

SURABAYA, detikkota.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta warga agar tidak mendirikan bangunan di atas saluran air demi mencegah terjadinya banjir. Hal itu disampaikan Eri saat meninjau kawasan Jalan Tanjungsari yang diketahui memiliki sejumlah bangunan menutupi jalur air.

Eri menginstruksikan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mengecek kembali batas persil tanah milik warga agar tidak melewati area saluran. “Tolong dicek lagi ke BPN, jangan sampai ada bangunan di luar persil. Ini sudah puluhan tahun menghalangi jalannya air, bagaimana mau menyelesaikan banjir kalau masih seperti ini,” ujarnya.

Ia juga meminta Camat Dwi Anggara dan Camat Khusnul Amin memberikan imbauan kepada warga agar memundurkan bangunan rumah sesuai batas tanah yang sah. “Kalau salurannya ditutupi rumah, air tidak bisa mengalir. Tolong camat dan LPMK kumpulkan warga, ingatkan agar rumahnya mundur sesuai surat tanahnya,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, Eri melarang pembangunan jembatan yang menutup aliran air di kawasan tersebut. “Jangan buat jembatan di sini, air jadi tertutup dan tidak mengalir. Sudah dibongkar saja,” kata Eri.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menjelaskan bahwa aliran air di Jalan Tanjungsari tersendat karena saluran sempit dan bangunan warga menjorok ke jalan. “Salurannya kecil dan banyak rumah maju ke depan, aliran ke muara juga tidak lancar,” katanya.

Ia menambahkan, Pemkot Surabaya berencana melakukan pelebaran saluran dengan pemasangan box culvert pada tahun depan. Saluran tersebut akan diarahkan menuju timur Jalan Asem Mulya dan disambungkan ke saluran Greges hingga Bozem Morokrembangan. “Rencananya tahun depan akan kita lebarkan salurannya,” pungkas Syamsul.

Penulis : Sur

Editor : Red

Berita Terkait

Bupati Purwakarta Tegur Keras Disperkim, Papan Kegiatan Proyek Dipasang di Pagar Jadi Sorotan
Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan
Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada
Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen
Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap
ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA
GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten
Wali Kota Eri Datangi Penyalur ART di Gunung Anyar, Pekerja Terjerat Denda Rp3,5 Juta Dipulangkan

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Bupati Purwakarta Tegur Keras Disperkim, Papan Kegiatan Proyek Dipasang di Pagar Jadi Sorotan

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap

Berita Terbaru