Sumur Bor Keluarkan Gas Mudah Terbakar di Banyuates Sampang, Polisi Hentikan Pengeboran

Jumat, 16 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas kepolisian memasang garis polisi di lokasi sumur bor yang mengeluarkan gas di Desa Planggaran Timur, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang.

Petugas kepolisian memasang garis polisi di lokasi sumur bor yang mengeluarkan gas di Desa Planggaran Timur, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang.

SAMPANG, detikkota.com – Sebuah sumur bor di Desa Planggaran Timur, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, mendadak viral di media sosial setelah diketahui mengeluarkan gas yang dapat menyala ketika didekatkan dengan api. Peristiwa tersebut langsung ditindaklanjuti aparat kepolisian dengan menghentikan sementara aktivitas pengeboran.

Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, mengatakan sumur bor tersebut berada di lahan milik Madus (49), warga Dusun Kertaker. Sumur dibor untuk kebutuhan pertanian dan aktivitas sehari-hari dengan jarak sekitar 100 meter dari permukiman warga.

Menurut AKP Eko, Kapolsek Banyuates bersama anggota turun langsung ke lokasi pada Kamis (15/1/2026) sekitar pukul 10.30 WIB untuk melakukan pengecekan dan pengamanan setelah video sumur bor tersebut beredar luas di media sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Gas mulai keluar pada Rabu malam (14/1/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, saat pengeboran mencapai kedalaman sekitar 51 hingga 53 meter,” ujar AKP Eko.

Ia menjelaskan, gas yang keluar tercium menyengat dan dapat terbakar jika didekatkan dengan api. Atas pertimbangan keselamatan, proses pengeboran dihentikan sementara.

Petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak mendekati lokasi karena berpotensi menimbulkan kebakaran. Selain itu, garis polisi dipasang di sekitar sumur bor untuk membatasi area berbahaya.

Lebih lanjut, Polres Sampang telah berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) guna melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait kandungan gas yang keluar dari dalam sumur.

“Koordinasi dilakukan untuk memastikan apakah gas tersebut berbahaya atau tidak bagi masyarakat,” pungkas AKP Eko Puji Waluyo.

Penulis : Red

Editor : Red

Sumber Berita: Karimata

Berita Terkait

Stok BBM dan LPG di Lumajang Dipastikan Aman, Warga Diimbau Tidak Panic Buying
Wakapolres Sumenep Cek Senpi Anggota untuk Tingkatkan Pengawasan dan Disiplin
Menko Pangan Tanggapi Keluhan Petani Garam, Pemerintah Siapkan Stabilitas Harga
Polres Sumenep Umumkan Pencarian Orang Hilang, Yadan Nabila Dilaporkan Tak Diketahui Keberadaannya
Menko Pangan Zulkifli Hasan Tinjau Produksi Garam di Sampang, Dorong Indonesia Bebas Impor
Bupati Pasuruan dan Kapolda Jatim Ikuti Penanaman Jagung Serentak Dukung Swasembada Pangan
Angin Kencang Berpotensi Picu Gelombang Tinggi, BMKG Sumenep Keluarkan Peringatan Dini
Eri Cahyadi Tegaskan Proses Hukum Oknum Jukir yang Ancam Warga di Kapas Krampung

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 16:41 WIB

Stok BBM dan LPG di Lumajang Dipastikan Aman, Warga Diimbau Tidak Panic Buying

Senin, 9 Maret 2026 - 10:03 WIB

Wakapolres Sumenep Cek Senpi Anggota untuk Tingkatkan Pengawasan dan Disiplin

Minggu, 8 Maret 2026 - 22:40 WIB

Menko Pangan Tanggapi Keluhan Petani Garam, Pemerintah Siapkan Stabilitas Harga

Minggu, 8 Maret 2026 - 15:37 WIB

Polres Sumenep Umumkan Pencarian Orang Hilang, Yadan Nabila Dilaporkan Tak Diketahui Keberadaannya

Minggu, 8 Maret 2026 - 15:27 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan Tinjau Produksi Garam di Sampang, Dorong Indonesia Bebas Impor

Berita Terbaru