Anggaran Publikasi Media Diskominfo Purwakarta 2026 Turun Drastis Jadi Rp250 Juta, Wartawan Soroti Sistem Pengajuan

Rabu, 21 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Diskominfo Kabupaten Purwakarta.

Kantor Diskominfo Kabupaten Purwakarta.

PURWAKARTA, detikkota.com — Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Purwakarta mulai berdampak pada sektor publikasi media. Anggaran belanja jasa publikasi pembangunan daerah di Diskominfo Purwakarta yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026 tercatat mengalami penurunan signifikan.

Berdasarkan data yang diperoleh, anggaran publikasi media pada APBD 2025 sebesar Rp2,5 miliar. Namun pada APBD 2026, alokasi tersebut menyusut tajam menjadi hanya Rp250 juta atau turun sekitar 90 persen. Kondisi ini memicu perhatian dan kekhawatiran di kalangan wartawan lokal.

Selain pemangkasan anggaran, insan pers juga menyoroti sistem pengajuan kerja sama publikasi melalui aplikasi Simedkom milik Diskominfo Purwakarta. Sistem tersebut dinilai semakin rumit dan menyulitkan media dalam mengakses kerja sama publikasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah wartawan menduga mekanisme yang berbelit-belit tersebut berkaitan dengan minimnya alokasi anggaran publikasi pada tahun 2026.

“Diskominfo harus terbuka dan menjelaskan kondisi ini secara transparan. Anggaran publikasi menyangkut keberlangsungan kerja kami sebagai wartawan,” ujar Ronal, salah seorang jurnalis di Purwakarta, Rabu (21/1/2026).

Ronal menilai alasan efisiensi anggaran perlu disampaikan secara rasional dan proporsional. Ia menegaskan, penurunan anggaran yang terlalu jauh sulit diterima tanpa penjelasan yang jelas dan akuntabel.

“Jika memang efisiensi, harus ada penjelasan rinci. Penurunan dari Rp2,5 miliar menjadi Rp250 juta sangat jomplang. Kami berencana mendatangi Diskominfo untuk meminta klarifikasi langsung,” katanya.

Di sisi lain, muncul pula dugaan konflik kepentingan dalam pengelolaan anggaran publikasi media di Purwakarta. Sejumlah wartawan mempertanyakan independensi Diskominfo menyusul informasi yang beredar terkait dugaan kepemilikan media oleh Bupati Purwakarta.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan adanya campur tangan kekuasaan dalam tata kelola anggaran publikasi. Wartawan menilai kurangnya klarifikasi dari Diskominfo memperburuk kepercayaan terhadap pengelolaan informasi publik di daerah.

Insan pers lokal berharap pemerintah daerah, khususnya Diskominfo Purwakarta, segera memberikan penjelasan resmi serta membuka ruang dialog guna menjaga iklim pers yang sehat, adil, dan independen di Kabupaten Purwakarta.

Penulis : Nal

Editor : Nal

Berita Terkait

Jembatan Gantung Seneporejo Diresmikan, Mobilitas Warga dan Pelajar Makin Lancar
Babinsa dan Warga Guworejo Gotong Royong Uruk Bahu Jalan Rusak
BMKG Sumenep: Bibit Badai Menjauh, Warga Diminta Waspadai Cuaca Pancaroba
Cak Eri Pimpin Cipta Kondisi Asuhan Rembulan, Evaluasi Parkir Non Tunai di Surabaya
Ramadan Penuh Kebersamaan, LBH Achmad Madani Putra dan Rekan-Rekan Gelar Doa Bersama dan Buka Puasa
Pemkab Banyuwangi Peringati Nuzulul Quran, Bupati Ipuk Ajak Perkuat Solidaritas
Pasar Murah Ramadan Pemkab Bangkalan Diserbu Warga, Ayam Rp30 Ribu per Kg Jadi Buruan
Totok, Penggali Kubur yang Mengabdi dalam Sunyi Raih Naghfir’s Institute Award 2026

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 17:26 WIB

Jembatan Gantung Seneporejo Diresmikan, Mobilitas Warga dan Pelajar Makin Lancar

Senin, 9 Maret 2026 - 16:29 WIB

Babinsa dan Warga Guworejo Gotong Royong Uruk Bahu Jalan Rusak

Senin, 9 Maret 2026 - 14:44 WIB

BMKG Sumenep: Bibit Badai Menjauh, Warga Diminta Waspadai Cuaca Pancaroba

Minggu, 8 Maret 2026 - 15:02 WIB

Cak Eri Pimpin Cipta Kondisi Asuhan Rembulan, Evaluasi Parkir Non Tunai di Surabaya

Sabtu, 7 Maret 2026 - 19:45 WIB

Ramadan Penuh Kebersamaan, LBH Achmad Madani Putra dan Rekan-Rekan Gelar Doa Bersama dan Buka Puasa

Berita Terbaru