PURWAKARTA, detikkota.com – Kepala SMP Negeri 3 Bojong, Winarti, menyampaikan tanggapan resmi terkait beredarnya informasi mengenai tindakan tidak terpuji yang diduga dilakukan oleh tiga siswa sekolah tersebut. Pihak sekolah mengakui bahwa informasi yang beredar tersebut memang benar adanya.
Winarti mengatakan bahwa kejadian tersebut menjadi hal yang sangat disayangkan karena mencoreng citra SMP Negeri 3 Bojong yang selama ini berkomitmen menanamkan pendidikan karakter, akhlak, serta nilai-nilai moral kepada para siswa dalam setiap kegiatan belajar mengajar.
“Kami jujur mengakui bahwa peristiwa tersebut benar adanya. Hal ini tentu menjadi sesuatu yang sangat kami sesalkan karena mencoreng nama baik sekolah, padahal dalam proses pembelajaran kami selalu menekankan pentingnya pendidikan karakter dan akhlak kepada para siswa,” ujar Winarti.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan bahwa meskipun peristiwa tersebut terjadi di luar jam sekolah, kejadian ini tetap menjadi perhatian serius bagi pihak sekolah untuk meningkatkan pembinaan, khususnya dalam penguatan pendidikan karakter agar dapat benar-benar diimplementasikan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah semata, tetapi juga keluarga dan lingkungan masyarakat. Ketiga unsur tersebut harus berjalan beriringan agar pendidikan dapat berhasil secara optimal.
“Pendidikan anak tidak hanya berlangsung di sekolah. Peran keluarga dan lingkungan juga sangat penting, karena guru tidak mungkin mengawasi siswa selama 24 jam,” jelasnya.
Winarti juga menyinggung tantangan dalam penerapan kedisiplinan di sekolah. Ia menyebutkan bahwa ketegasan dalam mendisiplinkan siswa sering kali menjadi dilema, karena berbagai tindakan seperti membentak, menjewer, hingga memotong rambut siswa dapat menimbulkan persoalan.
Meski demikian, pihak sekolah selama ini tetap berupaya melakukan pembinaan secara intensif melalui komunikasi dengan orang tua siswa. Berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari teguran, peringatan lisan, hingga pemberian Surat Peringatan (SP) jika diperlukan.
Ia menegaskan bahwa sekolah berkomitmen untuk menjalankan tujuan pendidikan, yakni mencetak generasi yang berkarakter, jujur, mandiri, serta mampu berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.
“Harapan kami, setiap anak dapat terus mengenyam pendidikan dengan baik dan menjadikan setiap peristiwa sebagai pembelajaran. Yang baik kita tingkatkan, yang tidak baik kita tinggalkan,” tuturnya.
Winarti juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila peristiwa tersebut menimbulkan keresahan dan menjadi pemberitaan yang kurang baik. Ia berharap kejadian ini dapat menjadi pengingat bersama bagi orang tua, sekolah, dan masyarakat untuk lebih memperhatikan perilaku, pergaulan, serta aktivitas anak di media sosial.
“Kami mohon maaf apabila peristiwa ini menjadi sesuatu yang seharusnya tidak terjadi. Namun kami terus berupaya mendidik siswa sebaik mungkin sesuai dengan kemampuan dan aturan yang ada,” pungkasnya.
Penulis : Yan
Editor : Yan







