SMPN 3 Banyuwangi Olah Sampah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Rabu, 8 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa SMPN 3 Banyuwangi mengolah sampah organik menjadi kompos dan produk ramah lingkungan saat dikunjungi Bupati Banyuwangi.

Siswa SMPN 3 Banyuwangi mengolah sampah organik menjadi kompos dan produk ramah lingkungan saat dikunjungi Bupati Banyuwangi.

BANYUWANGI, detikkota.com – SMP Negeri 3 Banyuwangi berhasil mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomi melalui sistem pengelolaan berkelanjutan yang melibatkan siswa secara aktif.

Program tersebut merupakan bagian dari implementasi kebijakan pengelolaan sampah sirkular yang digagas Pemerintah Kabupaten Banyuwangi hingga tingkat sekolah.

Di lingkungan sekolah, daun kering dan ranting yang sebelumnya menjadi limbah kini diolah menjadi kompos. Prosesnya dilakukan bertahap, mulai dari pengumpulan, pengolahan hingga menjadi pupuk organik siap pakai yang dipasarkan sekitar Rp7.500 per kemasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain kompos, siswa juga memproduksi eco enzyme serta pupuk organik cair (POC) untuk mendukung kebutuhan tanaman di sekolah.

Salah satu siswa, M. Fadil, mengatakan sampah sisa makanan juga dimanfaatkan sebagai pakan maggot yang kemudian digunakan untuk pakan ikan nila di kolam sekolah.

“Sejak kelas 7 saya sudah ikut mengelola sampah. Kegiatan ini menarik karena saya juga suka bercocok tanam,” ujarnya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi inovasi tersebut saat mengunjungi sekolah, Selasa (7/4/2026). Ia menilai program ini dapat menjadi contoh bagi sekolah lain.

“Anak-anak sudah mampu mengelola sampah dengan baik dan menghasilkan produk yang bermanfaat. Ini bisa menjadi role model bagi sekolah lain,” katanya.

Kepala SMPN 3 Banyuwangi, Holilik, menyebut sekolahnya juga telah meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri, sebagai bentuk komitmen terhadap lingkungan.

Selain itu, sekolah tersebut mengintegrasikan edukasi Geopark Ijen ke dalam kurikulum pembelajaran, serta memiliki fasilitas pendukung seperti Geopark Corner dan duta lingkungan.

Dengan program tersebut, SMPN 3 Banyuwangi dinilai berhasil menanamkan kesadaran lingkungan sekaligus mendorong nilai ekonomi dari pengelolaan sampah sejak dini.

Penulis : Bi

Editor : M/Red

Berita Terkait

SMKN 1 Kalianget Gelar MPLS Ramah 2026, Diikuti 194 Siswa Baru
13 Ribu Anak Tak Sekolah di Sumenep, SERDADU Desak Pemkab Tak Berhenti pada Validasi Data
Pembangunan Sekolah Rakyat Banyuwangi Capai 75 Persen, Ditarget Rampung Juni 2026
Rutan Sumenep Buka Akses Pendidikan Kesetaraan bagi Warga Binaan
Ratusan Mahasiswa Ikuti Seleksi Beasiswa Baznas Sumenep
SSC Jadi Ajang Pengembangan Prestasi dan Karakter Siswa SMP di Sumenep
Dinkes Banyuwangi Pastikan Belum Ada Kasus Hantavirus, Warga Diimbau Tetap Waspada
Pemkab Sumenep Gelar JJS Hardiknas 2026, Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 21:50 WIB

SMKN 1 Kalianget Gelar MPLS Ramah 2026, Diikuti 194 Siswa Baru

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:46 WIB

13 Ribu Anak Tak Sekolah di Sumenep, SERDADU Desak Pemkab Tak Berhenti pada Validasi Data

Senin, 8 Juni 2026 - 14:39 WIB

Pembangunan Sekolah Rakyat Banyuwangi Capai 75 Persen, Ditarget Rampung Juni 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:45 WIB

Rutan Sumenep Buka Akses Pendidikan Kesetaraan bagi Warga Binaan

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:23 WIB

Ratusan Mahasiswa Ikuti Seleksi Beasiswa Baznas Sumenep

Berita Terbaru

SMK Negeri 1 Kalianget, Kabupaten Sumenep, menggelar pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (13/7/2026).

Pendidikan

SMKN 1 Kalianget Gelar MPLS Ramah 2026, Diikuti 194 Siswa Baru

Senin, 13 Jul 2026 - 21:50 WIB