Soal Skema Pertandingan Dipersoalkan, PBSI Sumenep: Era Sudah Digital, Bukan Undian Manual

Sabtu, 18 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua PBSI Kabupaten Sumenep, Mohamad Iksan, memberikan penjelasan terkait mekanisme drawing Turnamen Hardiknas Sumenep Cup 2026.

Ketua PBSI Kabupaten Sumenep, Mohamad Iksan, memberikan penjelasan terkait mekanisme drawing Turnamen Hardiknas Sumenep Cup 2026.

SUMENEP, detikkota.com – Menanggapi sorotan terkait transparansi skema pertandingan dalam Turnamen Bulutangkis Hardiknas Sumenep Cup 2026, Ketua PBSI Sumenep, Mohamad Iksan, memberikan klarifikasi.

Ia menegaskan bahwa proses drawing dalam kejuaraan tersebut tidak dilakukan secara manual, melainkan menggunakan sistem komputer yang bersifat acak (random).

“Drawing itu bukan manual ambil undian satu per satu. Itu sudah menggunakan sistem komputer yang mengacak secara random setelah ditentukan seeded,” ujar Iksan, Sabtu (18/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, sistem digital tersebut justru meminimalisir potensi intervensi manusia dalam penyusunan bagan pertandingan. Ia menyebut panitia tidak memiliki ruang untuk mengatur hasil drawing.

“Kalau sudah computing, panitia pun tidak bisa memainkan. Mau dilakukan kapan saja—pagi, siang, atau malam—itu tetap diacak oleh komputer,” jelasnya.

Lebih lanjut, Iksan menjelaskan bahwa salah satu komponen penting dalam drawing adalah penentuan seeded atau unggulan. Atlet yang masuk kategori ini adalah mereka yang memiliki rekam jejak prestasi di kejuaraan sebelumnya.

“Seeded itu atlet yang sudah berprestasi, pernah juara di event serupa. Itu yang jadi dasar,” tambahnya.

Ia juga menilai bahwa polemik terkait drawing seharusnya tidak perlu diperdebatkan jika memahami sistem yang digunakan saat ini.

“Kalau mohon maaf, yang mempermasalahkan drawing itu bukan orang yang paham bulutangkis. Sekarang sudah era digitalisasi, bukan cara lama lagi,” tegasnya.

Sebelumnya, sejumlah klub mempertanyakan mekanisme penyusunan skema pertandingan yang disebut telah selesai sebelum pelaksanaan technical meeting (TM), sehingga dinilai kurang transparan.

Dengan penjelasan ini, diharapkan polemik terkait drawing dapat mereda dan pelaksanaan turnamen berjalan dengan menjunjung tinggi sportivitas.

Penulis : M

Editor : Id

Berita Terkait

BRI Bekasi Siliwangi Hadirkan Kemeriahan di CFD Bareng BRImo
Atlet PSN Perisai Putih Sumenep Raih Medali di Kejurprov Pencak Silat Jatim 2026
PASI Sumenep Kirim 18 Atlet Muda ke Kejurda Blitarian III 2026
Pemdes Kumpay Gelar Nobar Persib vs Persija, Ajak Warga Dukung “Maung Bandung” Pertahankan Gelar
Atlet Wushu Probolinggo Borong Medali di Kejurnas Piala Wali Kota Surabaya
Meski Digital, Drawing Turnamen Sumenep Dinilai Belum Menjamin Fair Play
Sorotan Transparansi Turnamen Bulutangkis Hardiknas Sumenep Cup 2026, Klub Minta Drawing Dilakukan Saat Technical Meeting
Bupati Pasuruan Resmikan Rizqy Sport Center, Dorong Lahirnya Atlet Berkelas Internasional

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:47 WIB

BRI Bekasi Siliwangi Hadirkan Kemeriahan di CFD Bareng BRImo

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:31 WIB

Atlet PSN Perisai Putih Sumenep Raih Medali di Kejurprov Pencak Silat Jatim 2026

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:47 WIB

PASI Sumenep Kirim 18 Atlet Muda ke Kejurda Blitarian III 2026

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:49 WIB

Pemdes Kumpay Gelar Nobar Persib vs Persija, Ajak Warga Dukung “Maung Bandung” Pertahankan Gelar

Senin, 4 Mei 2026 - 10:35 WIB

Atlet Wushu Probolinggo Borong Medali di Kejurnas Piala Wali Kota Surabaya

Berita Terbaru