BANGKALAN, detikkota.com – Pemerintah Kabupaten Bangkalan menerima kunjungan Gerakan Pemuda Ansor dalam rangka pelaksanaan napak tilas Hari Lahir (Harlah) ke-92 GP Ansor, Minggu (26/04/2026).
Kegiatan tersebut disambut langsung oleh Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, di Pendopo Agung Bangkalan. Kehadiran rombongan menandai Bangkalan sebagai titik awal rangkaian napak tilas sejarah organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, Addin Jauharudin, bersama jajaran pengurus wilayah dan cabang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Lukman Hakim menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Bangkalan sebagai lokasi awal kegiatan napak tilas.
“Momentum ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi pengingat akan tonggak sejarah perjuangan para ulama, khususnya Syaikhona Kholil Bangkalan dan KH Hasyim Asy’ari sebagai pendiri Nahdlatul Ulama, yang juga menjadi inspirasi lahirnya GP Ansor,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan napak tilas memiliki makna strategis dalam menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda Ansor.
“Ini diharapkan menjadi energi baru bagi kader untuk terus melanjutkan pengabdian kepada umat, bangsa, dan agama,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah kubro di makam Syaikhona Kholil di Martajasah. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor serta dialog antara pengurus pusat dan wilayah di Pendopo Agung Bangkalan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan gowes bersama dari Bangkalan menuju Jombang sebagai simbol perjalanan perjuangan yang berkelanjutan.
Ketua Umum GP Ansor, Addin Jauharudin, menegaskan bahwa kegiatan gowes dalam rangkaian napak tilas ini memiliki makna filosofis.
“Bersepeda mengajarkan keseimbangan, kekuatan, dan kebersamaan. Begitu pula organisasi, harus dijalankan dengan soliditas, visi yang jelas, serta semangat kolektif untuk mencapai tujuan bersama,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa napak tilas rutin dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terhadap para tokoh perjuangan Nahdlatul Ulama sekaligus menjadi sarana pembelajaran sejarah bagi generasi muda.
Melalui tema “Satukan Energi Pemuda Indonesia”, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat solidaritas dan semangat kebangsaan, sekaligus menegaskan posisi Bangkalan sebagai salah satu pusat sejarah penting dalam perjalanan Nahdlatul Ulama dan GP Ansor.
Penulis : AS
Editor : AS/Red







