Banyuwangi Siaga Kemarau Panjang, BPBD Bentuk Satgas Antisipasi El Nino

Senin, 27 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Banyuwangi bersama Petugas BPBD saat melakukan pemantauan wilayah rawan kekeringan sebagai langkah antisipasi dampak kemarau panjang.

Bupati Banyuwangi bersama Petugas BPBD saat melakukan pemantauan wilayah rawan kekeringan sebagai langkah antisipasi dampak kemarau panjang.

BANYUWANGI, detikkota.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang diperkirakan memicu suhu panas ekstrem tahun ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi menyiapkan Satuan Tugas (Satgas) khusus yang siap diterjunkan sewaktu-waktu.

Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi, Partana, mengatakan pembentukan satgas tersebut merupakan tindak lanjut dari imbauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi kemarau panjang secara nasional.

“Status saat ini masih dalam tahap kesiapsiagaan. Namun, jika diperlukan, tim sudah siap untuk bergerak,” ujar Partana, Senin (27/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, langkah mitigasi dilakukan secara menyeluruh, mencakup antisipasi kekeringan hingga potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Satgas akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), TNI-Polri, BMKG, Basarnas, pengelola Taman Nasional Alas Purwo, hingga masyarakat
BPBD juga telah memetakan wilayah rawan kekeringan.

Sebanyak 11 kecamatan masuk kategori kerawanan tinggi, yakni Wongsorejo, Tegaldlimo, Singojuruh, Blimbingsari, Kabat, Gambiran, Purwoharjo, Siliragung, Muncar, Bangorejo, dan Pesanggaran.

Sementara itu, empat kecamatan berada pada tingkat kerawanan sedang, yaitu Glagah, Kalipuro, Giri, dan Cluring. Adapun 10 kecamatan lainnya, seperti Banyuwangi Kota, Rogojampi, hingga Kalibaru, tergolong dalam kategori kerawanan rendah.

Selain pemetaan distribusi air bersih, BPBD juga memberi perhatian pada titik-titik rawan kebakaran di kawasan hutan produksi maupun taman nasional.

Koordinasi lintas sektor telah dilakukan melalui rapat bersama sejumlah pemangku kepentingan di tingkat kabupaten hingga provinsi guna memastikan kesiapan masing-masing instansi sesuai tugas dan fungsi.

Berdasarkan prakiraan BMKG, musim kemarau tahun ini telah dimulai sejak awal April dan diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September.

Meski fokus pada kesiapan menghadapi kemarau, BPBD tetap mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi lainnya. Dalam beberapa hari terakhir, hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi di sejumlah wilayah dan menyebabkan peningkatan debit air sungai.

Salah satu dampaknya adalah amblesnya jembatan di Desa Sraten, Kecamatan Cluring, akibat banjir. Selain itu, banjir juga dilaporkan terjadi di wilayah Kalibaru dalam waktu dekat ini.

Penulis : Bi

Editor : Red/M

Berita Terkait

Karya Bakti TNI AD Skala Besar Siap Digelar di Madura, Libatkan Ribuan Prajurit dan Perwira Tinggi
Kapolres Sumenep Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Laut pada Hari Laut Sedunia 2026
Diduga Lalai Pasang Rambu, Jalan Bekas Proyek Drainase di Sumenep Sebabkan Korban Luka Berat
MIO Indonesia Ucapkan Selamat, FORKABI Kembali Dipimpin H. Abdul Ghoni
Rembug Lansia Banyuwangi Jadi Wadah Serap Aspirasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan
PSHT Cabang Sumenep Perkuat Silaturahmi dengan Yon TP 931/Ksatria Jokotole
Doa untuk Sang Proklamator Digelar Serentak di Sumenep, Bupati Ajak Generasi Muda Teladani Pemikiran Bung Karno
Pemeliharaan Jalan Pameungpeuk–Gandasoli Dapat Apresiasi Warga, Akses Transportasi Kian Lancar

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 23:53 WIB

Karya Bakti TNI AD Skala Besar Siap Digelar di Madura, Libatkan Ribuan Prajurit dan Perwira Tinggi

Senin, 8 Juni 2026 - 11:41 WIB

Kapolres Sumenep Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Laut pada Hari Laut Sedunia 2026

Minggu, 7 Juni 2026 - 16:47 WIB

Diduga Lalai Pasang Rambu, Jalan Bekas Proyek Drainase di Sumenep Sebabkan Korban Luka Berat

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:01 WIB

MIO Indonesia Ucapkan Selamat, FORKABI Kembali Dipimpin H. Abdul Ghoni

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:37 WIB

Rembug Lansia Banyuwangi Jadi Wadah Serap Aspirasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan

Berita Terbaru