Jalan Sukatani Dipenuhi Tanah Berserakan, Pengendara Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Senin, 18 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi jalan di wilayah Sukatani, Purwakarta, dipenuhi tanah yang berserakan diduga akibat aktivitas kendaraan pengangkut tanah dari lokasi galian.

Kondisi jalan di wilayah Sukatani, Purwakarta, dipenuhi tanah yang berserakan diduga akibat aktivitas kendaraan pengangkut tanah dari lokasi galian.

PURWAKARTA, detikkota.com – Kondisi jalan di wilayah Sukatani, Kabupaten Purwakarta, dikeluhkan warga dan pengguna jalan akibat tanah merah yang berserakan di badan jalan diduga berasal dari aktivitas galian tanah, Senin (18/5/2026).

Tanah yang tercecer di sepanjang ruas jalan membuat permukaan jalan menjadi licin dan kotor sehingga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua yang melintas di kawasan tersebut.

Sejumlah warga mengaku khawatir dengan kondisi jalan, terlebih pada pagi hari saat aktivitas masyarakat meningkat, baik untuk bekerja maupun berangkat sekolah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau dibiarkan seperti ini sangat berbahaya, apalagi saat pagi kendaraan ramai dan jalan jadi licin karena tanah berserakan,” ujar salah seorang pengguna jalan.

Aktivitas kendaraan pengangkut tanah juga terlihat di kawasan Jalan Cijantung. Truk pengangkut tanah tampak keluar masuk lokasi galian yang diduga sedang digunakan untuk kegiatan pembangunan. Namun hingga kini belum diketahui secara pasti proyek yang tengah berlangsung di area tersebut.

Warga berharap pihak pelaksana kegiatan maupun instansi terkait segera mengambil langkah penanganan agar aktivitas galian tidak mengganggu keselamatan pengguna jalan.

“Masyarakat berharap jalan segera dibersihkan dan kendaraan pengangkut tanah lebih memperhatikan kebersihan jalan umum,” kata warga lainnya.

Pengguna jalan pun diimbau meningkatkan kewaspadaan saat melintas di lokasi tersebut, terutama ketika kondisi jalan basah yang dapat meningkatkan risiko kendaraan tergelincir.

Penulis : Nl

Editor : Red

Berita Terkait

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan
Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada
Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen
Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap
ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA
GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten
Wali Kota Eri Datangi Penyalur ART di Gunung Anyar, Pekerja Terjerat Denda Rp3,5 Juta Dipulangkan
Hari Tani Nasional 2026, Bupati Probolinggo Soroti Pupuk dan Harga Komoditas

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap

Selasa, 29 September 2026 - 16:38 WIB

ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA

Selasa, 29 September 2026 - 16:35 WIB

GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten

Berita Terbaru