SUMENEP, detikkota.com – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, KH Widadi Rahim, menyebut pelaksanaan Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, menjadi momentum penting untuk menguatkan kembali jati diri Nahdlatul Ulama sebagai organisasi yang lahir dari tradisi pesantren.
Menurutnya, pemilihan pesantren sebagai lokasi muktamar memiliki makna historis dan simbolis yang kuat dalam perjalanan organisasi NU.
“NU lahir dari perjuangan para ulama dan masyayikh di lingkungan pesantren. Karena itu, sejarah tersebut tidak boleh dilupakan,” ujar KH Widadi Rahim, Kamis (28/5/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan, pesantren selama ini bukan hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi pusat kaderisasi ulama dan penjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
Karena itu, lanjut dia, pelaksanaan Muktamar NU di lingkungan pesantren dinilai sangat relevan untuk memperkuat kembali ruh perjuangan organisasi.
“Pelaksanaan muktamar berbasis pesantren menjadi langkah positif untuk mempererat hubungan emosional warga nahdliyin dengan tradisi keilmuan dan perjuangan para ulama terdahulu,” katanya.
KH Widadi Rahim berharap Muktamar NU ke-35 mampu menghasilkan keputusan strategis yang tetap berlandaskan nilai keilmuan, akhlak, serta tradisi pesantren.
“Pesantren merupakan benteng moral sekaligus pusat peradaban NU. Dari pesantren lahir para ulama yang berperan menjaga umat dan bangsa,” pungkasnya.
Penulis : M
Editor : Id







