BRIN Ingatkan Ancaman Genangan Permanen di Pantura Jawa Akibat Penurunan Tanah dan Kenaikan Muka Laut

Rabu, 3 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kawasan pesisir Pantai Utara Jawa menghadapi ancaman genangan permanen akibat kombinasi penurunan permukaan tanah dan kenaikan muka laut. BRIN mengingatkan pentingnya mitigasi berbasis data geospasial untuk mencegah dampak yang lebih luas di masa depan.

Kawasan pesisir Pantai Utara Jawa menghadapi ancaman genangan permanen akibat kombinasi penurunan permukaan tanah dan kenaikan muka laut. BRIN mengingatkan pentingnya mitigasi berbasis data geospasial untuk mencegah dampak yang lebih luas di masa depan.

JAKARTA, detikkota.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengingatkan sejumlah wilayah di pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa menghadapi ancaman genangan permanen akibat kombinasi penurunan permukaan tanah dan kenaikan muka laut yang terus terjadi.

Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Geoinformatika BRIN, Agung Syetiawan, mengatakan laju kenaikan muka laut di kawasan pesisir Pantura berkisar antara 2,4 hingga 4,3 milimeter per tahun. Kondisi tersebut terpantau di sejumlah daerah, mulai dari Jakarta, Bekasi, Indramayu, Cirebon, Subang, Pemalang, Pekalongan hingga Demak.

Menurut Agung, pemantauan dilakukan menggunakan berbagai teknologi geospasial, seperti Interferometric Synthetic Aperture Radar (InSAR), Global Navigation Satellite System (GNSS), pengamatan terestris, dan pemodelan multidata untuk memetakan dinamika deformasi wilayah pesisir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasil pengamatan menunjukkan sebagian besar wilayah Pantura mengalami deformasi vertikal yang cenderung tidak linear. Data dari Indonesia Continuously Operating Reference Station (InaCORS) juga digunakan untuk memvalidasi hasil pengamatan satelit radar.

BRIN menyebut eksploitasi air tanah menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan penurunan permukaan tanah di kawasan pesisir. Tingginya kebutuhan air bersih masyarakat serta aktivitas budidaya, termasuk tambak udang vaname, meningkatkan tekanan terhadap cadangan air tanah.

Berdasarkan pemodelan yang dilakukan, sejumlah wilayah pesisir berpotensi mengalami genangan permanen apabila tidak dilakukan langkah mitigasi yang memadai. Bahkan, area terdampak genangan dilaporkan terus meluas, terutama di kawasan Muara Gembong serta sejumlah wilayah pesisir Jakarta, Tangerang, dan Bekasi.

Agung menekankan pentingnya pemanfaatan kajian geospasial secara komprehensif dalam perencanaan pembangunan infrastruktur mitigasi, termasuk proyek tanggul laut raksasa atau giant sea wall. Menurutnya, kebijakan pembangunan pesisir harus didasarkan pada data yang akurat agar solusi yang diterapkan tepat sasaran.

Selain pembangunan infrastruktur, BRIN juga mendorong pengendalian penggunaan sumur bor, rehabilitasi kawasan mangrove, serta evaluasi pembangunan tanggul laut sebagai bagian dari strategi pembangunan pesisir yang berkelanjutan.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sebelumnya menyatakan kondisi Pantura Jawa saat ini sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan.

AHY mengungkapkan bahwa penurunan permukaan tanah di sejumlah wilayah Pantura mencapai 15 hingga 20 sentimeter per tahun. Di sisi lain, kenaikan muka laut akibat pemanasan global juga terus terjadi dengan laju sekitar 0,8 hingga 1,2 sentimeter per tahun.

Menurutnya, kondisi tersebut meningkatkan risiko banjir rob yang dapat merusak permukiman, infrastruktur, dan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir. Jika tidak ada intervensi serius, penggenangan wilayah pesisir diperkirakan akan semakin parah pada 2050, disertai ancaman krisis air bersih bagi masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.

Penulis : Jack

Editor : Red/M

Sumber Berita: BNBC

Berita Terkait

Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Keluar dari Kejagung Mengenakan Rompi Tahanan
Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Pengamat Nilai Pergantian Pimpinan Belum Tentu Selesaikan Masalah MBG
Rutan Sumenep Gandeng TNI-Polri Gelar Razia Gabungan, Perkuat Komitmen Zero Halinar
KNPI Sumenep Ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Komitmen Perkuat Nasionalisme Pemuda
KNPI Sumenep: Pemuda Harus Jadi Motor Kemajuan Berlandaskan Pancasila
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 17,5 Kg Emas ke Hongkong Senilai Rp45 Miliar
Kemendikdasmen Beri Penghargaan kepada Sumenep atas Komitmen Lestarikan Bahasa Daerah
Presiden Prabowo Beri Pembekalan Peserta Presidential Future Leaders Program 2026

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:32 WIB

Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Keluar dari Kejagung Mengenakan Rompi Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:18 WIB

Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Pengamat Nilai Pergantian Pimpinan Belum Tentu Selesaikan Masalah MBG

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:16 WIB

BRIN Ingatkan Ancaman Genangan Permanen di Pantura Jawa Akibat Penurunan Tanah dan Kenaikan Muka Laut

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:26 WIB

Rutan Sumenep Gandeng TNI-Polri Gelar Razia Gabungan, Perkuat Komitmen Zero Halinar

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:59 WIB

KNPI Sumenep Ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Komitmen Perkuat Nasionalisme Pemuda

Berita Terbaru