BANYUWANGI, detikkota.com – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika hingga tingkat desa dan kelurahan.
Sebanyak 54 fasilitator Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) disiapkan untuk menjadi penggerak program sekaligus perpanjangan tangan BNNK di tengah masyarakat.
Kepala BNNK Banyuwangi Kombes Pol Rachmat Kurniawan mengatakan, keberadaan fasilitator diharapkan dapat membuat gerakan P4GN menjangkau seluruh wilayah Banyuwangi, termasuk desa-desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Fasilitator ini sebagai ujung tombak di masyarakat. Mereka akan menjadi tentakel-tentakel kami di seluruh Banyuwangi,” kata Rachmat saat penutupan Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator P4GN di Aula MAN 1 Banyuwangi, Senin (31/8/2026).
Ke-54 fasilitator tersebut berasal dari sejumlah unsur, di antaranya pemerintah kecamatan, Bhabinkamtibmas, BNNK Banyuwangi, serta penggiat antinarkoba.
Mereka akan menjalankan sejumlah tugas, mulai dari memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai bahaya narkoba, mendukung proses rehabilitasi, hingga melakukan intervensi awal apabila menemukan potensi penyalahgunaan narkotika di lingkungan masyarakat.
Sebelum diterjunkan, para fasilitator mengikuti pembekalan selama tiga hari. Kegiatan berlangsung secara daring pada 26-27 Agustus 2026 dan dilanjutkan secara luring pada Senin (31/8/2026).
Penutupan bimtek tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Rachmat berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kemampuan fasilitator dalam menjalankan tugas, membangun jejaring, serta menyampaikan berbagai layanan P4GN kepada masyarakat.
Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengapresiasi langkah BNNK yang memperluas pelibatan masyarakat dalam pencegahan narkoba.
Menurut Mujiono, pemberantasan narkotika membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Upaya tersebut tidak cukup hanya mengandalkan penindakan, tetapi juga harus diperkuat melalui edukasi dan pendampingan sejak dini.
“Kami berharap kehadiran fasilitator dapat meningkatkan kesadaran publik terhadap bahaya narkoba, serta mempercepat terwujudnya Banyuwangi yang bebas dari narkoba,” ujar Mujiono.
Ia juga meminta para fasilitator aktif mengidentifikasi kelompok maupun lingkungan yang dinilai rawan penyalahgunaan narkoba dan melakukan pendekatan secara persuasif.
“Identifikasi kelompok-kelompok apa saja yang rawan dan lakukan pendekatan,” pungkasnya.
Penulis : Bi
Editor : Red








