SUMENEP, detikkota.com – Sebanyak sekitar 200 peserta mengikuti Kerja Bakti Nasional yang digelar DPD LDII Kabupaten Sumenep di Desa Paberasan, Kecamatan Kota Sumenep, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan tersebut menyasar area pasar dan empat lokasi pemakaman.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengapresiasi kegiatan yang digelar LDII dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut.
Menurut Fauzi, kerja bakti bukan sekadar kegiatan membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan mempertahankan budaya gotong royong di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kerja bakti seperti ini memang sudah menjadi kegiatan rutin para ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep setiap Jumat pagi. Kegiatan ini penting, karena di dalamnya kita tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga membangun kebersamaan,” ujar Fauzi saat membuka kegiatan.
Ia menilai kegiatan bersama seperti kerja bakti dapat mempererat hubungan antarelemen masyarakat. Menurutnya, aktivitas positif di luar rutinitas pekerjaan juga penting untuk membangun komunikasi dan kepedulian sosial.
Fauzi juga menyampaikan apresiasi kepada LDII Sumenep yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Ia berharap ruang komunikasi dan silaturahmi antarorganisasi serta masyarakat terus diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat.
“Melalui kegiatan-kegiatan seperti inilah kebersamaan semakin kuat, semangat gotong royong akan terus terjaga, dan nilai-nilai kemerdekaan Republik Indonesia bisa kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ketua DPD LDII Sumenep Mushaeri mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi organisasi dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, menjaga lingkungan, serta memperkuat persatuan dan kesatuan.
Ia menjelaskan, kegiatan kerja bakti juga menjadi bagian dari komitmen LDII dalam pengabdian masyarakat, khususnya di bidang ketahanan pangan dan lingkungan.
“LDII juga berkomitmen meningkatkan kualitas peradaban, termasuk peradaban ekologis, serta memajukan dan mengembangkan mutu kehidupan masyarakat secara intensif dan berkelanjutan sebagai bentuk kontribusi bagi bangsa,” jelas Mushaeri.
Dalam pelaksanaannya, aksi bersih-bersih dipusatkan di lima titik, yakni Pasar Jengara, Makam Congkop, Makam Dalem, Makam Kebun Lalang, dan Makam Gung Somar.
Dari sekitar 200 peserta yang terlibat, sebanyak 125 orang berasal dari unsur LDII. Mereka dibagi ke sejumlah titik untuk melakukan pembersihan lingkungan.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Selain LDII, kegiatan tersebut turut melibatkan Pemerintah Kabupaten Sumenep, Dinas Lingkungan Hidup, Yonif TP 931 Ksatria Jokotole, Pemerintah Desa Paberasan serta masyarakat setempat.
Komandan Yonif 931/Ksatria Jokotole Mayor Inf Aditya Danang mengatakan, keterlibatan TNI merupakan bagian dari komitmen untuk hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kerja bakti ini kami juga hadir membantu masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman,” ujarnya.
Ia menilai budaya gotong royong perlu terus dipertahankan sebagai salah satu kekuatan sosial masyarakat Indonesia.
Sementara itu, Kepala Desa Paberasan Rahman Saleh menyambut positif pelaksanaan kerja bakti nasional tersebut. Ia berharap kegiatan itu dapat mendorong masyarakat semakin aktif menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
“Diharapkan masyarakat juga akan tumbuh semangat untuk menjaga lingkungannya tetap bersih dan nyaman,” tandasnya.
Penulis : M
Editor : Id








