Bantahan Kader HMI: Jawaban untuk Cak Imin Soal Tudingan “NU Terpuruk Sejak Dipimpin Kader HMI”

Sabtu, 5 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pernyataan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang menyebut NU terpuruk sejak dipimpin kader HMI adalah pernyataan yang ahistoris, tendensius, dan melukai jutaan kader HMI yang juga berkhidmat di NU.

Sebagai kader HMI, kami merasa perlu meluruskan narasi sesat ini.

1. Cak Imin Lupa, Siapa yang Membesarkan PKB?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Cak Imin harus ingat, PKB bisa besar sampai hari ini karena ditopang oleh jaringan alumni HMI-PMII di seluruh Indonesia. Bahkan Cak Imin sendiri tumbuh besar dalam tradisi pergerakan yang tak jauh dari HMI.

Menyebut kader HMI sebagai biang terpuruknya NU, sama saja Cak Imin menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri. Banyak orang di sekeliling Cak Imin hari ini adalah senior HMI.

2. Justru di Era Kader HMI, NU Naik Kelas dari Ormas Desa Menjadi Pemain Global

Sebelum era 2000-an, NU sering dipandang sebelah mata sebagai organisasi tradisional desa. Di era kepemimpinan yang di dalamnya banyak diisi kader HMI, NU bertransformasi:

1. NU punya kampus-kampus unggul yang
2. terakreditasi nasional.
3. NU punya jaringan bisnis, BUMN, dan akses kekuasaan yang belum pernah sebesar hari ini.
4. NU diperhitungkan di forum Islam dunia, bukan hanya di forum tahlilan.
Jika itu disebut terpuruk, lalu apa definisi maju menurut Cak Imin?

3. Tudingan “Terpuruk” Adalah Cermin Kegagalan Cak Imin Membina PKB dan NU

Jika ada yang terpuruk, itu bukan NU-nya. Yang terpuruk adalah upaya politisasi NU untuk kepentingan PKB. Warga NU sudah cerdas. Mereka tidak mau lagi NU dijadikan kendaraan politik PKB.

Kegagalan PKB menguasai PBNU secara total, jangan kemudian dilampiaskan dengan narasi NU terpuruk. NU tidak terpuruk, NU justru sedang melepaskan diri dari cengkeraman politik transaksional.

4. Kader HMI di NU Sudah Menjadi NU Sepenuhnya

Kader HMI yang ada di NU hari ini bukan lagi HMI. Mereka sudah ber-Ansor, sudah ber-PMII, sudah mondok, sudah menjadi bagian dari keluarga besar pesantren. Mereka mengaji kitab kuning, bukan hanya NDP HMI.

Mereka menjadi jembatan emas antara tradisi pesantren dan modernitas negara. Tanpa mereka, NU akan menjadi organisasi yang eksklusif dan tertinggal.

Kesimpulan: Berhenti Adu Domba

Cak Imin seharusnya sebagai sesepuh NU dan PMII, menjaga persatuan, bukan justru mengadu domba antara HMI dan NU. Isu HMI vs PMII adalah isu basi yang sudah selesai 30 tahun lalu.

Kami kader HMI menantang balik: tunjukkan data, di mana letak terpuruknya NU? Jumlah pesantren bertambah, jumlah jamaah bertambah, aset NU bertambah.

Yang terpuruk bukan NU, tapi cara berpikir sektarian yang masih memelihara sentimen lama.

NU milik semua, bukan milik PMII saja, bukan milik HMI saja. Berhenti klaim paling NU.

[Opini ini ditulis oleh Kader HMI dan menjadi tanggung jawab penulis]

 

Oleh: Sudirman mantan Ketua komisariat HMI Ibnu Khaldun

Berita Terkait

SURAT AI PADA PRESIDEN DAN MENHAN
Sudah 16 Tahun Belum Cukup? Kades AMJ Kini Minta Jabatan Tanpa Batas
KUALITAS GURU DAN TENAGA PENDIDIK: KUNCI UTAMA PENDIDIKAN BERKUALITAS
Serapan Anggaran Melambat, Disparitas Membesar
Krisis Air yang Dipelihara: Warga Pinggirpapas dan Karanganyar Menunggu Negara Hadir
Dua Wajah Negara
Ramadan dan “Panggung Santunan” Anak Yatim
UMKM: Jalan Sunyi Pengentasan Kemiskinan di Sumenep

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:08 WIB

SURAT AI PADA PRESIDEN DAN MENHAN

Jumat, 11 September 2026 - 11:13 WIB

Sudah 16 Tahun Belum Cukup? Kades AMJ Kini Minta Jabatan Tanpa Batas

Sabtu, 5 September 2026 - 02:11 WIB

Bantahan Kader HMI: Jawaban untuk Cak Imin Soal Tudingan “NU Terpuruk Sejak Dipimpin Kader HMI”

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:26 WIB

KUALITAS GURU DAN TENAGA PENDIDIK: KUNCI UTAMA PENDIDIKAN BERKUALITAS

Sabtu, 18 April 2026 - 13:40 WIB

Serapan Anggaran Melambat, Disparitas Membesar

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.

Pemerintahan

Bupati Sumenep Instruksikan ASN Baca Surat Al-Waqi’ah 111.111 Kali

Selasa, 20 Okt 2026 - 13:37 WIB

Pendidikan

665 Pelajar Ikuti Festival Anak Sholeh 2026 di Banyuwangi

Senin, 19 Okt 2026 - 12:06 WIB