Polda Banten Klarifikasi Buku Tan Malaka Tidak Ada Kaitannya Dengan Penetapan Tersangka

Rabu, 14 Oktober 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kombes Pol Edy Sumardi Kabidhumas Polda Bantenv

Kombes Pol Edy Sumardi Kabidhumas Polda Bantenv

SERANG, detikkota.com – Polda Banten klarifikasi mengenai penyitaan buku Tan Malaka berjudul Menuju Merdeka 100 Persen dari salah satu mahasiswa yang ditangkap saat menggelar aksi unjuk rasa di depan kampus UIN Sultan Maulana Hasanudin (SMH) Banten, Selasa, 6 Oktober 2020 tidak ada kaitannya dengan penetapan tersangka terhadap mahasiswa tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Irjen Pol Drs Fiandar Kapolda Banten melalui Kombes Pol Edy Sumardi Kabidhumas Polda Banten kepada awak media mengatakan bahwa Setelah melakukan pendalaman dan pemeriksaan lebih lanjut buku Tan Malaka berjudul Menuju Merdeka 100 Persen ini tidak terkait dengan barang bukti dalam Penetapan tersangka.

“Mahasiswa OA (22) salah satu perguruan tinggi di Banten itu ditetapkan menjadi tersangka karena melanggar Pasal 212 KUHP,
dengan ancaman pidana paling lama 1,4 tahun bulan kurungan penjara,” kata Edy Sumardi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Edy sumardi menyampaikan dalam penjelasan Pasal 212 KUHP yaitu Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah, atau orang yang menurut kewajiban undang-undang atau atas permintaan pejabat memberi pertolongan kepadanya, diancam karena melawan pejabat, dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

“Saat petugas melakukan himbauan untuk membubarkan masa karena sudah melebihi batas aksi dan mengganggu aktifitas masyarakat, Mahasiswa OA (22) ini melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan seorang petugas yang sedang bertugas, serta masa aksi unjuk rasa mulai melakukan aksi anarkis dengan melempari petugas dengan batu konblok (dengan berbagai ukuran) serta menembakan petasan api kepada petugas,” ujar Edy Sumardi.

Edy Sumardi menjelaskan bahwa Polda Banten tidak hanya Focus menangani perkara yang disangkakan berdasarkan pasal 351 KUHP kepada Tersangka Utama, yang mengakibatkan Korban Terluka, tapi polisi juga tetap melakukan penyidikan kepada 13 Tersangka lainnya untuk berkasnya diproses hingga ke pengadilan.

“Adapun Buku Tan Malaka itu adalah buku yang di jual bebas di pasaran sehingga gak ada kaitannya dengan aksi demo anarkis kemarin, serta gak ada kaitannya dengan perkara yang di sangkakan. Hanya saja, saat pelaku diamankan, yang membawa sebuah tas ransel, dan kebetulan aja di dalam tas tersebut terdapat Buku TAN Malaka tersebut,” ujarnya.

“Sejauh ini memang gak ada kaitannya Buku tersebut, dengan aksi yang dilakukan oleh pelaku. Aksi pelaku murni melanggar pasal 212 KUHP barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan petugas yang sedang bertugas,” ujar Edy Sumardi.

Terakhir Edy Sumardi menegaskan buku itu tidak ada kaitannya dengan aksi yang berakhir Ricuh, sesuai pasal yang di kenakan. “Buku Itu Hanya kebetulan ada dalam tas pelaku yang diamankan, sehingga ikut di gelar. Tapi saya tegaskan bahwa buku itu tidak ada kaitannya,” pungkasnya. (Bdh/Red)

Berita Terkait

Sempat Masuk DPO, Tersangka Penipuan Rp200 Juta Ditangkap Polresta Sumenep
Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap
Program Gentengisasi Merah Putih Direalisasikan, 500 Ribu Genteng dari Plered Dikirim Menggunakan 125 Truk
Nakhoda KM Virgo Transport 8 Jadi Tersangka, Ditpolair Korpolairud Lakukan Penahanan
Satpol PP Surabaya Segel Toko Mihol di Wonokromo, 10 Botol Diamankan
Triwulan III 2026, Polda Jatim Ungkap 1.870 Kasus Narkoba
Tol Prosiwangi Gending–Paiton Dibuka Gratis Mulai 30 September, Berlaku 14 Hari
Buruh KASBI Demo di DPRD Jatim, Desak UU Perlindungan Ketenagakerjaan Segera Disahkan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:29 WIB

Sempat Masuk DPO, Tersangka Penipuan Rp200 Juta Ditangkap Polresta Sumenep

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Program Gentengisasi Merah Putih Direalisasikan, 500 Ribu Genteng dari Plered Dikirim Menggunakan 125 Truk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Jadi Tersangka, Ditpolair Korpolairud Lakukan Penahanan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Satpol PP Surabaya Segel Toko Mihol di Wonokromo, 10 Botol Diamankan

Berita Terbaru