Aktivis Pemuda Demo Kejari Sumenep, Minta Mantan Bupati Ditangkap

Selasa, 13 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis pemuda melakulan aksi demonstrasi di depan kantor Kejakasaan Negeri (Kejari) Sumenep.

Aktivis pemuda melakulan aksi demonstrasi di depan kantor Kejakasaan Negeri (Kejari) Sumenep.

SUMENEP, detikkota.com – Puluhan aktivis pemuda melakukan demonstrasi di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, Jawa Timur, Selasa (13/6/2023).

Selain berorasi, mereka membentangkan sejumlah poster bertuliskan tuntutan dan protes. Di antaranya bertulis “Copot Kasi Pidsus Jika Tidak Berani Menangkap Mantan Bupati”, “Kejaksaan Sarang Mafia Hukum”, “Jebloskan S. Qosasi ke Penjara”, dan masih banyak lagi tulisan bernada kritik.

Puluhan aktivis tersebut menuntut agar penanganan kasus dugaan korupsi pembelian kapal oleh PT. Sumekar 2019 yang saat ini sedang ditangani Kejari Sumenep dilakukan dengan tuntas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami minta jawaban pasti persoalan hukum, tolong keluar temui kami,” teriak Rofik, salah seorang orator aksi.

Pihaknya meminta semua tim penyidik dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumenep segera keluar untuk menemui mereka.

Akhirnya, Kasi Pidsus Kejari Sumenep Dony S. Kusuma dan Kasi Datun Slamet Pujiono menemui langsung massa aksi sebagai perwakilan dari Kajari Sumenep.

Namun, kedatangan keduanya ditolak oleh massa aksi. “Kami ingin ditemui dan berbicara langsung dengan Kajari, bukan dengan Kasi,” kata Rofik.

Aksi demonstrasi kali ini mendapat penjagaan ketat dari aparat kepolisian Polres Sumenep, dan pintu masuk kantor Kejari ditutup.

Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti mengatakan, pihaknya menerjunkan 126 personel untuk pengamanan aksi unras tersebut.

Menurutnya, personel Polres Sumenep  siap mengawal dan mengamankan jalannya aksi unjuk rasa atau penyampaian pendapat di muka umum dengan tetap mengedepankan cara humanis.

“Silahkan sampaikan aspirasi, kami akan kawal, tentu tidak boleh mengganggu kenyamanan masyarakat, seperti merusak fasilitas umum, blokir jalan serta tindakan yang mengganggu aktivitas atau kepentingan masyarakat umum,” jelasnya.

Berita Terkait

TMI Sumenep Soroti Dugaan Mafia Solar Subsidi Gunakan Barcode Nelayan dan Petani
Polres Sumenep Sambut Positif Rencana Kerja Sama dengan LBH GP Ansor
Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:32 WIB

TMI Sumenep Soroti Dugaan Mafia Solar Subsidi Gunakan Barcode Nelayan dan Petani

Kamis, 8 Januari 2026 - 11:13 WIB

Polres Sumenep Sambut Positif Rencana Kerja Sama dengan LBH GP Ansor

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Berita Terbaru

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Pemerintahan

SPBE Banyuwangi Tertinggi Nasional, KemenPAN-RB Beri Nilai 4,87

Jumat, 9 Jan 2026 - 14:06 WIB