Alissa Wahid: 221 Ribu Jamaah Haji Indonesia Bergantung pada Dedikasi Petugas

Selasa, 20 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hj. Alissa Wahid saat menyampaikan materi kepada Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dalam kegiatan diklat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Hj. Alissa Wahid saat menyampaikan materi kepada Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dalam kegiatan diklat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

JAKARTA, detikkota.com – Aktivis perempuan dan tokoh moderasi beragama, Hj. Alissa Wahid, menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji Indonesia sangat bergantung pada dedikasi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

Sebanyak sekitar 221 ribu jamaah haji Indonesia, menurutnya, sepenuhnya mengandalkan peran petugas selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Hal tersebut disampaikan Alissa saat memberikan materi dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH 1447 Hijriah/2026 Masehi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, dengan tema Haji, Perempuan, dan Lansia.
Putri sulung Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid itu menekankan bahwa tugas petugas haji tidak cukup hanya menjalankan pelayanan teknis, tetapi juga harus dilandasi empati dan ketulusan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Petugas haji melayani manusia dengan berbagai latar belakang dan kondisi. Karena itu, pelayanannya tidak boleh hanya berhenti pada urusan teknis dan fisik, tetapi harus dilakukan sepenuh hati,” ujar Alissa.

Menurut Alissa, petugas haji Indonesia selama ini dikenal memiliki kualitas pelayanan yang menonjol dibandingkan petugas dari negara lain. Dedikasi tersebut kerap mendapat apresiasi dari jamaah mancanegara.

“Sering kali petugas haji Indonesia justru diberi makanan oleh jamaah dari negara lain sebagai bentuk terima kasih karena merasa dilayani dengan baik dan manusiawi,” katanya.

Alissa juga menyoroti tantangan terbesar petugas haji dalam mendampingi jamaah perempuan dan lanjut usia (lansia). Kedua kelompok ini dinilai lebih rentan mengalami kebingungan akibat perbedaan lingkungan, cuaca, bahasa, dan budaya, meskipun telah mendapatkan pembekalan sebelum keberangkatan.

“Jamaah perempuan dan lansia membutuhkan perhatian lebih. Perbedaan kondisi fisik dan lingkungan sering membuat mereka mudah kebingungan,” ucapnya.

Ia menambahkan, jamaah perempuan memiliki kebutuhan khusus yang berbeda dengan jamaah laki-laki, baik terkait kondisi biologis, perlengkapan ibadah, maupun pendampingan spiritual.

Dalam kesempatan tersebut, Alissa juga mengingatkan petugas haji agar siap menghadapi berbagai karakter jamaah, mulai dari yang banyak bertanya hingga yang merasa paling memahami segala hal.

“Petugas harus siap menghadapi semuanya dan kuncinya adalah kesabaran,” tegas Alissa.

Sebagai panduan pelayanan, Alissa membagikan sejumlah prinsip dalam mendampingi jamaah lansia, yakni melayani dengan sukacita, bersikap waspada, proaktif, sabar, serta tetap tenang dalam setiap situasi.
Ia juga menegaskan pentingnya penggunaan seragam petugas selama bertugas.

“Bagi jamaah, melihat petugas berseragam itu memberi rasa aman, nyaman, dan perasaan dilindungi,” pungkasnya.

Melalui pembekalan tersebut, Alissa berharap petugas haji Indonesia dapat terus menjaga reputasi pelayanan yang humanis, profesional, dan penuh empati dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.

Penulis : Red

Editor : Red

Berita Terkait

MEC 2026 Umumkan Peringkat Terbaik, Sumenep Mendominasi Kategori Pelajar
MEC 2026 Digelar di Keraton Sumenep, Budaya Jadi Penggerak Ekonomi
Presiden Prabowo Dorong Pendidikan Negeri SD hingga Universitas Gratis
Polri Kembali Raih WTP ke-13 dari BPK RI
Prabowo Ganti Menkeu, Suahasil Nazara Resmi Jadi Bendahara Negara
BREAKING NEWS: Dua Warga Madura Selamat dari Tragedi KM Virgo, Satu dari Sumenep
BREAKING NEWS: KM Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, 243 Orang di Atas Kapal
Presiden Prabowo Instruksikan TNI AL Cari Rombongan Jurnalis yang Hilang Kontak, 11 Kapal Dikerahkan

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 02:17 WIB

MEC 2026 Umumkan Peringkat Terbaik, Sumenep Mendominasi Kategori Pelajar

Minggu, 20 September 2026 - 02:03 WIB

MEC 2026 Digelar di Keraton Sumenep, Budaya Jadi Penggerak Ekonomi

Sabtu, 19 September 2026 - 09:12 WIB

Presiden Prabowo Dorong Pendidikan Negeri SD hingga Universitas Gratis

Kamis, 17 September 2026 - 11:26 WIB

Polri Kembali Raih WTP ke-13 dari BPK RI

Senin, 14 September 2026 - 16:55 WIB

Prabowo Ganti Menkeu, Suahasil Nazara Resmi Jadi Bendahara Negara

Berita Terbaru