AMAN Indonesia dan Pemkab Sumenep Perkuat Kolaborasi Wujudkan Desa Damai Berkelanjutan

Kamis, 16 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama usai Penandatanganan yang berlangsung di Aula Putre Koneng, Bappeda Kabupaten Sumenep.

Foto bersama usai Penandatanganan yang berlangsung di Aula Putre Koneng, Bappeda Kabupaten Sumenep.

SUMENEP, detikkota.com – AMAN Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Sumenep, Pemerintah Desa Babbalan, Kecamatan Batuan, dan Pemerintah Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat pelaksanaan Program Desa Damai Berkelanjutan, Rabu (15/7/2026).

Penandatanganan yang berlangsung di Aula Putre Koneng, Bappeda Kabupaten Sumenep, itu disaksikan Staf Ahli Bupati Sumenep Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, Joko Satrio, yang mewakili Bupati Sumenep.
Kerja sama tersebut menjadi komitmen bersama dalam mendorong pembangunan desa yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan melalui penguatan kepemimpinan perempuan serta peningkatan partisipasi masyarakat.

Direktur AMAN Indonesia, Dwi Rubiyanti Kholifah, mengatakan perempuan memiliki peran penting dalam membangun ketahanan sosial, menjaga keharmonisan, serta memperkuat kemampuan masyarakat menghadapi berbagai tantangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, Program Desa Damai Berkelanjutan dirancang agar kepemimpinan perempuan dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian utama dalam proses pembangunan desa.

“Perempuan memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan sosial, menjaga keharmonisan, serta memperkuat daya tahan menghadapi berbagai tantangan masyarakat. Program Desa Damai Berkelanjutan hadir untuk memastikan kepemimpinan perempuan dan partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan desa yang inklusif, adil, dan berkelanjutan,” ujar Dwi.

Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas merupakan fondasi penting dalam menciptakan desa yang tangguh menghadapi tantangan sosial maupun pembangunan di masa mendatang.

Sementara itu, Joko Satrio menyampaikan apresiasi atas inisiatif AMAN Indonesia yang dinilai selaras dengan arah pembangunan Kabupaten Sumenep yang mengedepankan partisipasi masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, dan organisasi sipil diharapkan mampu memperkuat tata kelola desa yang partisipatif, meningkatkan peran perempuan, serta menghadirkan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan Program Desa Damai Berkelanjutan membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan menjadi model bagi desa-desa lain di Kabupaten Sumenep.

Melalui MoU tersebut, AMAN Indonesia bersama Pemerintah Desa Babbalan dan Pemerintah Desa Matanair berkomitmen memperkuat tata kelola desa yang inklusif, meningkatkan kepemimpinan perempuan, memperkuat perlindungan perempuan dan anak, meningkatkan ketahanan sosial masyarakat, menjaga kelestarian sumber daya alam berbasis kearifan lokal, serta mengembangkan ekonomi komunitas yang berkelanjutan.

Program itu juga diarahkan untuk mendorong lahirnya kebijakan desa yang berpihak kepada kelompok rentan sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah desa, organisasi perempuan, tokoh masyarakat, pemuda, dan Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam mewujudkan pembangunan yang partisipatif, transparan, dan berkelanjutan.

Kegiatan penandatanganan MoU turut dihadiri anggota Sekolah Perempuan Perdamaian Desa Matanair, Sekolah Perempuan Perdamaian Desa Babbalan, Sekolah Perempuan Muda, serta Srikandi Keris sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan peran perempuan dalam pembangunan dan perdamaian di tingkat desa.

Penulis : M

Editor : Red

Berita Terkait

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan 17 Botol Arak Bali
JJS HUT ke-81 RI, Dirut BPRS Bhakti Sumekar Tekankan Pentingnya Kekompakan Karyawan
Komnas HAM Apresiasi Pembangunan Inklusif Banyuwangi, Diusulkan Ikut Penilaian HAM Nasional
Peserta Konferensi Internasional Apresiasi Keramahan Warga Banyuwangi, Dinilai Cerminkan Nilai-Nilai Islami
H. Eep Supriadi Hadirkan Karya Ilmiah “Perlindungan Anak Pasca Perceraian”, Angkat Perspektif Kompilasi Hukum Islam
Musyawarah Kekeluargaan Akhiri Sengketa, Kuasa Hukum PT Benaya Mitra Sejati Apresiasi Peran Pemerintah Desa Cikupa
Proyek Pembangunan Ruang Perawatan PICU RSUD Bayu Asih Dikawal, Keselamatan Pekerja Jadi Perhatian
Korban Kredit Fiktif Datangi BRI Sumenep, Tuntut Pengembalian Hak Pascaputusan Pengadilan

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:48 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan 17 Botol Arak Bali

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 23:55 WIB

JJS HUT ke-81 RI, Dirut BPRS Bhakti Sumekar Tekankan Pentingnya Kekompakan Karyawan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:36 WIB

Komnas HAM Apresiasi Pembangunan Inklusif Banyuwangi, Diusulkan Ikut Penilaian HAM Nasional

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:23 WIB

Peserta Konferensi Internasional Apresiasi Keramahan Warga Banyuwangi, Dinilai Cerminkan Nilai-Nilai Islami

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:01 WIB

H. Eep Supriadi Hadirkan Karya Ilmiah “Perlindungan Anak Pasca Perceraian”, Angkat Perspektif Kompilasi Hukum Islam

Berita Terbaru