Anggaran Rp228 Miliar DPUTR Purwakarta, Pengamat Ingatkan Risiko Utang Terselubung

Senin, 25 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PURWAKARTA, detikkota.com – Anggaran Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Purwakarta pada tahun 2025 mencapai Rp228 miliar. Dana besar ini diharapkan menjadi motor pembangunan infrastruktur daerah, namun pengamat kebijakan publik menilai ada potensi risiko jika tidak dikelola dengan baik.

Pengamat kebijakan publik Purwakarta, Agus M. Yasin, menyebut DPUTR sebagai salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan anggaran terbesar dan peran vital, mulai dari pembangunan serta pemeliharaan jalan, jembatan, hingga penataan ruang kota. Menurutnya, kinerja DPUTR selalu mendapat sorotan publik, terutama terkait efektivitas penyerapan anggaran.

“Penyerapan anggaran yang tinggi tidak otomatis menjamin kualitas pekerjaan. Ada risiko proyek hanya dikerjakan untuk menghabiskan anggaran, atau sebaliknya penyerapan rendah karena perencanaan yang tidak matang,” kata Agus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menyoroti potensi praktik “ijon proyek”, pengaturan tender tidak transparan, dan dugaan malpraktik di lapangan. Jika target pendapatan daerah dari PAD, DBH, DAU, maupun DAK tidak tercapai, kontrak proyek yang terlanjur berjalan bisa berubah menjadi utang terselubung pemerintah daerah kepada pihak ketiga.

“Kondisi ini bisa menimbulkan kekosongan kas dan berujung pada defisit fiskal,” jelas Agus.

Agus menegaskan pentingnya transparansi dalam pengalokasian dana DPUTR, baik untuk proyek strategis maupun kegiatan rutin seperti pemeliharaan jalan. DPRD bersama masyarakat juga diminta untuk aktif mengawal proses penyerapan anggaran agar penggunaannya efektif dan menghasilkan pekerjaan yang berkualitas.

Pemerintah daerah diharapkan memperkuat mekanisme pengawasan supaya anggaran besar tersebut benar-benar menjadi instrumen pembangunan, bukan menimbulkan beban fiskal.

“Harapan publik, anggaran ini bisa tercatat sebagai prestasi DPUTR dalam membangun Purwakarta, bukan meninggalkan warisan utang,” pungkasnya.

Berita Terkait

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan
Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada
Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen
Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap
ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA
GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten
Wali Kota Eri Datangi Penyalur ART di Gunung Anyar, Pekerja Terjerat Denda Rp3,5 Juta Dipulangkan
Hari Tani Nasional 2026, Bupati Probolinggo Soroti Pupuk dan Harga Komoditas

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap

Selasa, 29 September 2026 - 16:38 WIB

ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA

Selasa, 29 September 2026 - 16:35 WIB

GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten

Berita Terbaru