SUMENEP, detikkota.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun BMKG Trunojoyo Sumenep mengeluarkan peringatan dini terkait potensi angin kencang yang dapat memicu gelombang tinggi di sejumlah perairan wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep.
Kepala Stasiun BMKG Trunojoyo Sumenep Ari Widjajanto mengatakan, dalam beberapa hari terakhir pihaknya mencatat adanya peningkatan kecepatan angin yang cukup signifikan di perairan sekitar Pulau Madura.
“Dalam beberapa waktu terakhir memang terjadi peningkatan kecepatan angin yang cukup signifikan. Kondisi ini berpotensi memicu peningkatan tinggi gelombang di sejumlah perairan wilayah Sumenep,” kata Ari, Sabtu (7/3/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian khusus bagi masyarakat pesisir, terutama nelayan dan pengguna transportasi laut yang beraktivitas di perairan.
Menurutnya, kondisi cuaca di daratan sering kali berbeda dengan situasi di tengah laut. Cuaca yang tampak tenang di darat tidak selalu mencerminkan kondisi sebenarnya di perairan.
“Sering kali di daratan terlihat tenang dan hampir tidak terasa angin. Namun ketika sudah berada di tengah laut, situasinya bisa sangat berbeda dengan angin yang jauh lebih kencang,” ujarnya.
Ari menambahkan, perbedaan kondisi tersebut kerap membuat masyarakat merasa aman saat memulai perjalanan laut, padahal risiko angin kencang dan gelombang tinggi bisa muncul di tengah perjalanan.
Selain itu, dinamika cuaca yang terjadi saat ini juga dipengaruhi oleh adanya bibit badai di wilayah selatan Indonesia yang dapat memengaruhi konfigurasi atmosfer, termasuk arah dan kecepatan angin.
“Keberadaan bibit badai di wilayah selatan Indonesia dapat memengaruhi pola cuaca, mulai dari arah angin, kecepatannya hingga tekanan udara,” jelasnya.
Meski demikian, BMKG berharap kondisi cuaca di wilayah Sumenep tetap relatif kondusif sehingga aktivitas masyarakat, terutama di sektor perikanan dan transportasi laut, dapat berjalan dengan aman.
BMKG juga memastikan akan terus memantau perkembangan sistem cuaca dan memberikan pembaruan informasi kepada masyarakat jika terjadi perubahan kondisi yang signifikan.
“Kami akan terus memantau perkembangan cuaca. Jika ada potensi yang perlu diwaspadai, tentu akan segera kami sampaikan kepada masyarakat,” tegas Ari.
Ia pun mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan faktor keselamatan sebelum memutuskan melakukan perjalanan laut.
“Kami mengimbau masyarakat agar mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum berlayar. Jika situasi tidak memungkinkan, sebaiknya tidak memaksakan diri. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya.
Penulis : Red
Editor : Red







