Banyuwangi Hadirkan 86 Event dalam Banyuwangi Attractions 2026

Sabtu, 21 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampilan seni tradisi dalam rangkaian Banyuwangi Attractions sebagai upaya penguatan identitas budaya daerah, Sabtu (21/2/2026).

Penampilan seni tradisi dalam rangkaian Banyuwangi Attractions sebagai upaya penguatan identitas budaya daerah, Sabtu (21/2/2026).

BANYUWANGI, detikkota.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi meluncurkan Banyuwangi Attractions 2026 yang menghadirkan 86 atraksi seni, budaya, dan olahraga sepanjang tahun. Program ini menjadi upaya memperkuat identitas lokal sekaligus mendorong pembangunan pariwisata berkelanjutan di daerah tersebut.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan Banyuwangi Attractions merupakan bagian dari penguatan budaya daerah yang selaras dengan program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

“Banyuwangi Attractions salah satu cara Banyuwangi menguatkan identitas lokal daerah serta menjadi ajang konsolidasi warga. Ini sejalan dengan program Indonesia ASRI yang mendorong setiap daerah memperkaya budaya nasional melalui penguatan seni dan tradisi lokal,” ujar Ipuk, Sabtu (21/2/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, Banyuwangi telah mengakselerasi program tersebut melalui Banyuwangi ASRI, khususnya pada aspek “Indah” yang diwujudkan melalui pembangunan pariwisata berbasis kearifan lokal, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Sejumlah tradisi yang masuk dalam kalender Banyuwangi Attractions 2026 antara lain Tumpeng Sewu, Barong Ider Bumi, Gandrung Sewu (24 Oktober), Seblang Olehsari (23–29 Maret), Kebo-Keboan Alasmalang (28 Juni), dan Petik Laut Muncar (10 Juli).

Selain atraksi budaya, rangkaian event juga menghadirkan kegiatan olahraga seperti Banyuwangi BMX Super Cross (27 Juni), Banyuwangi Ijen Geopark Downhill (19–20 September), serta Ijen Green Run/Trail 2026 pada 12 September.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Hartono, menyebut Banyuwangi Attractions tidak sekadar agenda wisata, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan daerah.

Menurutnya, penguatan budaya dan penyelenggaraan event olahraga mampu menggerakkan ekonomi kreatif, membangun citra positif daerah, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha.

“Kami percaya ketika budaya dijaga, olahraga digerakkan, dan lingkungan dirawat, pembangunan akan berjalan lebih berkelanjutan dan inklusif,” kata Hartono.

Penulis : Bi

Editor : Bi

Berita Terkait

Pastikan Keamanan Jemaat, Kapolres Sumenep Pantau Langsung Perayaan Imlek
Dari Haul KH Achmad Musayyidi, Ipuk Tegaskan Aspirasi Kiai Jadi Rujukan Pemerintah
Situs Selogending Lumajang, Jejak Peradaban Megalitikum dan Warisan Nilai Leluhur
Lumajang Gelar Pameran Tosan Aji Nusantara, Dorong Pelestarian Budaya dan Identitas Bangsa
Ratusan Event Digelar Sepanjang 2025, Surabaya Mantapkan Diri sebagai Kota Wisata dan Budaya
Ribuan Peserta Ikuti Festival Gandrung “Dari Masa ke Masa” di Banyuwangi
Komunitas Berbagi Sumenep Bagikan 50 Bungkus Nasi untuk Pengguna Jalan
Bupati Fauzi: Festival Dalang Topeng Jadi Ruang Regenerasi Seni Tradisi

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 21:09 WIB

Banyuwangi Hadirkan 86 Event dalam Banyuwangi Attractions 2026

Selasa, 17 Februari 2026 - 05:41 WIB

Pastikan Keamanan Jemaat, Kapolres Sumenep Pantau Langsung Perayaan Imlek

Sabtu, 7 Februari 2026 - 22:59 WIB

Dari Haul KH Achmad Musayyidi, Ipuk Tegaskan Aspirasi Kiai Jadi Rujukan Pemerintah

Minggu, 11 Januari 2026 - 11:28 WIB

Situs Selogending Lumajang, Jejak Peradaban Megalitikum dan Warisan Nilai Leluhur

Sabtu, 10 Januari 2026 - 20:36 WIB

Lumajang Gelar Pameran Tosan Aji Nusantara, Dorong Pelestarian Budaya dan Identitas Bangsa

Berita Terbaru