Bea Cukai Tegaskan Komitmen Berantas Rokok Ilegal dan Amankan Penerimaan Negara

Selasa, 22 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Arsip Bea Cukai Tanjung Perak.

Foto: Arsip Bea Cukai Tanjung Perak.

KEDIRI, detikkota.com – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran rokok ilegal serta menjaga penerimaan negara dari sektor cukai. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers di Kantor Bea Cukai Kediri, Jumat (18/7/2025), yang turut dihadiri Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu dan Dirjen Bea Cukai Letjen TNI (Purn) Djaka Budhi Utama.

Djaka menyampaikan bahwa hingga pertengahan 2025, Bea Cukai telah melakukan 13.248 penindakan secara nasional dengan nilai barang sitaan mencapai Rp3,9 triliun. Dari jumlah tersebut, 61% merupakan hasil penindakan terhadap rokok ilegal. Meski jumlah kasus turun 4% dibanding tahun sebelumnya, jumlah batang rokok ilegal yang diamankan justru meningkat 38%.

Peningkatan tersebut, menurut Djaka, mencerminkan peningkatan efektivitas dan kualitas pengawasan. Selain penindakan, Bea Cukai juga melakukan penyidikan, pengenaan sanksi administratif, dan pendekatan ultimum remedium guna memberi efek jera serta mendukung optimalisasi penerimaan negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu operasi besar yang digelar adalah Operasi Gurita, berlangsung dari 28 April hingga 30 Juni 2025. Operasi ini menghasilkan 3.918 penindakan, penyitaan 182,74 juta batang rokok ilegal, 22 penyidikan, serta 10 sanksi administratif terhadap pabrik dengan nilai Rp1,2 miliar. Sebanyak 347 kasus ditindaklanjuti dengan pendekatan ultimum remedium senilai Rp23,24 miliar.

Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II bersama Bea Cukai Kediri menjadi ujung tombak Operasi Gurita. Sepanjang 2025, Kanwil Jatim II mencatat 511 penindakan, menyita 54,64 juta batang rokok ilegal dan 18.134 liter miras ilegal, dengan potensi kerugian negara yang berhasil dicegah mencapai Rp48 miliar. Sementara Bea Cukai Kediri mencatat 57 penindakan dengan 29,03 juta batang rokok ilegal diamankan, 6,46 juta batang di antaranya disetujui untuk dimusnahkan.

Selama pelaksanaan Operasi Gurita, Bea Cukai Kediri juga melakukan 23 penindakan tambahan, menyita 11,85 juta batang rokok ilegal, serta membentuk satuan tugas lokal yang berhasil menambah 13 penindakan dengan total 1,9 juta batang disita.

Selain pendekatan represif, Bea Cukai juga menerapkan strategi sosio-kultural. Di antaranya melalui edukasi publik yang menggandeng tokoh masyarakat dan agama, khususnya oleh Kanwil Bea Cukai Jatim II. Strategi ini dinilai efektif, tercermin dari peningkatan penerimaan cukai oleh Bea Cukai Malang yang naik dari Rp26,2 triliun (2023) menjadi Rp29,09 triliun (2024).

Sebagai bentuk transparansi dan edukasi publik, Bea Cukai juga menampilkan barang bukti penindakan seperti empat unit mesin pembuat rokok yang disita dari pabrik ilegal di Jawa Timur pada Februari 2025. Kasus ini kini dalam proses penyidikan.

Selain itu, Bea Cukai juga memperkuat pengawasan di wilayah perbatasan, pelabuhan, dan jalur distribusi darat. Salah satunya dengan menindak satu kapal yang mengangkut 51 juta batang rokok ilegal serta dua kapal cepat dan dua truk bermuatan 23 juta batang rokok ilegal.

Djaka menegaskan bahwa keberhasilan pengawasan tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, pemerintah daerah, dan partisipasi masyarakat.

“Sinergi seluruh elemen sangat penting dalam membangun kesadaran kolektif untuk tidak membeli barang ilegal. Melalui pendekatan yang strategis dan humanis, kami yakin peredaran rokok ilegal dapat ditekan secara signifikan,” ujarnya.

Bea Cukai akan terus memperkuat langkah pengawasan dengan strategi yang lebih efisien, integratif, dan kolaboratif guna mendukung penerimaan negara serta memperkuat ketahanan fiskal nasional.

Berita Terkait

Menteri Kehutanan Serahkan SK TORA 160,735 Hektare untuk 26 Desa di Banyuwangi
BRI, UMKM, dan Tantangan Dampak Nyata: Antara Ekspansi Kredit, CSR, dan Digitalisasi
Bupati Ipuk Deklarasikan Banyuwangi ASRI, Selaraskan Program Indonesia ASRI Presiden Prabowo
Clean Rivers Dukung Banyuwangi Bangun Dua TPS3R, Target Layani 850 Ribu Jiwa
Banyuwangi Disiapkan Jadi Pemasok Bioetanol Nasional, Pabrik 30 Ribu KL Dibangun di Glenmore
Presiden Prabowo Bahas Arah Politik Luar Negeri Bersama Tokoh dan Akademisi di Istana
Bansos Digital Nasional Bergulir, Banyuwangi Tampil sebagai Role Model
MIO Indonesia Minta Aparat Usut Dugaan Kekerasan terhadap Wartawan

Berita Terkait

Minggu, 22 Februari 2026 - 16:55 WIB

Menteri Kehutanan Serahkan SK TORA 160,735 Hektare untuk 26 Desa di Banyuwangi

Kamis, 19 Februari 2026 - 09:19 WIB

BRI, UMKM, dan Tantangan Dampak Nyata: Antara Ekspansi Kredit, CSR, dan Digitalisasi

Rabu, 18 Februari 2026 - 21:17 WIB

Bupati Ipuk Deklarasikan Banyuwangi ASRI, Selaraskan Program Indonesia ASRI Presiden Prabowo

Jumat, 13 Februari 2026 - 10:53 WIB

Clean Rivers Dukung Banyuwangi Bangun Dua TPS3R, Target Layani 850 Ribu Jiwa

Sabtu, 7 Februari 2026 - 22:56 WIB

Banyuwangi Disiapkan Jadi Pemasok Bioetanol Nasional, Pabrik 30 Ribu KL Dibangun di Glenmore

Berita Terbaru

Pj Sekda Sumenep bersama jajaran Dinsos P3A dan peserta saat kegiatan Penguatan Tim Gugus Tugas KLA di Graha Arya Wiraraja, Selasa (24/2/2026).

Pemerintahan

Dinsos P3A Sumenep Perkuat Gugus Tugas untuk Capai KLA 2026

Selasa, 24 Feb 2026 - 21:37 WIB