BRIN Soroti Hubungan Keuangan Pusat-Daerah Hingga Pembangunan IKN

Selasa, 5 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seminar Nasional Mendorong Perimbangan Keuangan Pusat-Daerah yang adil dan bertanggungjawab.

Seminar Nasional Mendorong Perimbangan Keuangan Pusat-Daerah yang adil dan bertanggungjawab.

JAKARTA, detikkota.com – Pusat Riset Pemerintahan Dalam Negeri (PRPDN) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menaruh perhatian mengenai hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah seperti diatur dalam Undang-undang Nomor 1 tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Menurutnya, pelaksanaan desentralisasi fiskal dinilai semakin tidak jelas arahnya. Apalagi dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, para akademisi dan peneliti apatis dan apriori terhadap kecenderungan desentralisasi politik dan pemerintahan.

Puncak dari kegelisahan itu, PRPDN BRIN menggelar seminar nasional bertajuk ‘Hubungan Keuangan Pusat-Daerah Yang Adil dan Bertanggung Jawab di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (6/12/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hadir sebagai nara sumber, Horas Maurizt Panjaitan (Plh Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri), Sandi Firdaus (Direktur Dana Transfer Umum Kemenkeu), Tri Dewi Virgianti (Plt Deputi Bidang Pengembangan Regional KemenPPN/Bappenas), Rendi Solihin (Wakil Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara), Septian Hario Setio (Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves), Agus Eko Nugroho (Kepala OR Tata Kelola, Pemerintahan, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat BRIN).

Dalam sambutannya, Agus Eko Nugroho mengatakan hubungan keuangan pusat-daerah masih dinilai tak adil bagi daerah, karena dana bagi hasil yang dialokasikan ke daerah belum sesuai dengan ekspektasi daerah, terutama daerah penghasil sumber daya alam.

“Sudah seharusnya daerah memperoleh porsi besar dana bagi hasil atas ekplorasi sumber daya alam di daerah mereka,” kata Agus.

Seminar ini juga menghadirkan Hetifah Sjaifudian (Anggota Komisi X DPR RI) yang mengulas berbagai persoalan sebagai dampak keberadaan Ibu Kota Negara (IKN) dalam hubungannya dengan kebijakan keuagan daerah.

Sementara Kepala PRPDN BRIN, Mardyanto W. Tryatmoko mengatakan, bahwa keberadaan IKN mendegradasi potensi pendapatan daerah di Kabupaten Kutai Kartanegara sebesar Rp5,8 triliun per tahun, dan potensi kehilangan dana bagi hasil dari sektor migas sebesar Rp1,9 triliun per tahun.

“Tentu saja kehilangan pendapatan daerah tersebut akan berdampak pada upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam meningkatkan pembiayaan pembangunan daerah, termasuk upaya menekan angka kemiskinan di sana,” tegasnya.

Mardyanto berharap seminar tersebut menjadi bahan pemikiran bagi seluruh pemangku kebijakan untuk menimbang ulang berbagai kebijakan, khususnya yang berhubungan sengan keuangan pusat-daerah supaya lebih adil dan bertanggung jawab.

Berita Terkait

Layanan Adminduk Online Tekan Antrean Pemohon di MPP Siola Surabaya
SPBE Banyuwangi Tertinggi Nasional, KemenPAN-RB Beri Nilai 4,87
Dinas Pertanian Subang Distribusikan Bantuan Program Upland untuk Petani Nanas
Pantau Penyemprotan Padi dengan Drone, Bupati Sumenep Dorong Swasembada Pangan Berbasis Petani
Bunda Indah Ajak Kepala Desa Solid Bangun Lumajang Lewat PKDI
Kapasitas Fiskal Rendah Jadi Tantangan Utama Penyusunan RKPD Lumajang 2027
Pimpin Apel Perdana 2026, Wali Kota Probolinggo Tekankan Penguatan Kinerja ASN
Tantangan 2026, Wabup Sumenep Tekankan Budaya Kerja Modern ASN

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 14:07 WIB

Layanan Adminduk Online Tekan Antrean Pemohon di MPP Siola Surabaya

Jumat, 9 Januari 2026 - 14:06 WIB

SPBE Banyuwangi Tertinggi Nasional, KemenPAN-RB Beri Nilai 4,87

Kamis, 8 Januari 2026 - 12:21 WIB

Dinas Pertanian Subang Distribusikan Bantuan Program Upland untuk Petani Nanas

Rabu, 7 Januari 2026 - 16:34 WIB

Pantau Penyemprotan Padi dengan Drone, Bupati Sumenep Dorong Swasembada Pangan Berbasis Petani

Rabu, 7 Januari 2026 - 16:24 WIB

Bunda Indah Ajak Kepala Desa Solid Bangun Lumajang Lewat PKDI

Berita Terbaru

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Pemerintahan

SPBE Banyuwangi Tertinggi Nasional, KemenPAN-RB Beri Nilai 4,87

Jumat, 9 Jan 2026 - 14:06 WIB