Bupati Fauzi: Festival Dalang Topeng Jadi Ruang Regenerasi Seni Tradisi

Kamis, 11 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para peserta Festival Dalang Topeng Remaja 2025 tampil di Pendopo Agung Keraton Sumenep.

Para peserta Festival Dalang Topeng Remaja 2025 tampil di Pendopo Agung Keraton Sumenep.

SUMENEP, detikkota.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar Festival Dalang Topeng Tingkat Remaja 2025 sebagai upaya pembinaan generasi muda untuk menjaga kelestarian seni tradisi. Kegiatan berlangsung di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Rabu (10/12/2025), dan diikuti lima peserta dari berbagai sanggar seni.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan, seni dalang topeng merupakan warisan budaya bernilai tinggi yang perlu terus dijaga keberlanjutannya. Ia menyebut, pelibatan remaja menjadi langkah penting agar kesenian daerah tetap bertahan dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Festival ini bukan sekadar perlombaan, tetapi ruang belajar dan regenerasi untuk menjaga tradisi agar tetap hidup,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati menyampaikan, derasnya budaya global di era digital menjadi tantangan besar bagi keberlangsungan seni tradisional. Karena itu, pemerintah daerah berupaya menyediakan ruang tampil bagi seniman muda agar minat generasi penerus tidak semakin menurun.

“Jika seni tradisi tidak diberi panggung, ia akan tenggelam. Melalui festival ini, kami ingin memastikan seni topeng tetap relevan,” katanya.

Festival Dalang Topeng Remaja 2025 diikuti Zaffrikal Agwiansyah (Sanggar Putra Sumekar), Zainul Ahkam (Sanggar Putra Rahayu), Ayu Kartika Sari (Sanggar Budi Sasmito), Moh. Zakil Ulum (Sanggar Sinar Kemala), dan Naraswira Syahgama (Sanggar Pewaras).

Bupati berharap sanggar seni, sekolah, dan komunitas budaya memperkuat kolaborasi dalam pembinaan remaja yang memiliki minat di bidang pedalangan topeng. Ia menegaskan bahwa pelestarian budaya membutuhkan kesinambungan lintas generasi, dukungan pemerintah, dan partisipasi masyarakat.

“Festival ini menjadi pijakan awal untuk memperkuat identitas daerah sekaligus memastikan generasi muda meneruskannya,” pungkasnya.

Penulis : Red

Editor : Red

Berita Terkait

Situs Selogending Lumajang, Jejak Peradaban Megalitikum dan Warisan Nilai Leluhur
Lumajang Gelar Pameran Tosan Aji Nusantara, Dorong Pelestarian Budaya dan Identitas Bangsa
Ratusan Event Digelar Sepanjang 2025, Surabaya Mantapkan Diri sebagai Kota Wisata dan Budaya
Ribuan Peserta Ikuti Festival Gandrung “Dari Masa ke Masa” di Banyuwangi
Komunitas Berbagi Sumenep Bagikan 50 Bungkus Nasi untuk Pengguna Jalan
Festival Kebangsaan Banyuwangi Perkuat Toleransi dan Kerukunan Antar Etnis
Kota Probolinggo Semarak, Pro Night Culture Festival Season 2 Kembali Jadi Magnet Warga
Festival Nyunggi Susu Meriahkan The Seven Lakes Festival 2025 di Probolinggo

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 11:28 WIB

Situs Selogending Lumajang, Jejak Peradaban Megalitikum dan Warisan Nilai Leluhur

Sabtu, 10 Januari 2026 - 20:36 WIB

Lumajang Gelar Pameran Tosan Aji Nusantara, Dorong Pelestarian Budaya dan Identitas Bangsa

Selasa, 30 Desember 2025 - 12:40 WIB

Ratusan Event Digelar Sepanjang 2025, Surabaya Mantapkan Diri sebagai Kota Wisata dan Budaya

Minggu, 28 Desember 2025 - 11:39 WIB

Ribuan Peserta Ikuti Festival Gandrung “Dari Masa ke Masa” di Banyuwangi

Jumat, 26 Desember 2025 - 14:39 WIB

Komunitas Berbagi Sumenep Bagikan 50 Bungkus Nasi untuk Pengguna Jalan

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo melantik Komisioner Komisi Informasi Kabupaten Sumenep di Pendopo Keraton Sumenep.

Pemerintahan

Bupati Sumenep Lantik Komisioner Komisi Informasi Kabupaten Sumenep

Jumat, 23 Jan 2026 - 21:09 WIB